Red Light District Amsterdam sudah ada sejak abad pertengahan. Di kawasan inilah prostitusi dilegalkan dan menjadi kawasan khusus dewasa. Maka jangan kaget, kalau banyak tempat esek-esek di sana sungguh vulgar.
Namun seiring berjalan waktu, pemerintah Belanda pelan-pelan seolah mau menutupnya. Situs CNN Travel dan media Belanda, Dutch News seperti dilihat detikTravel, Jumat (19/5/2017) sama-sama mengulas tentang rencana pemerintah Belanda tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah-langkah yang dilakukan adalah mengubah klub dan bar dewasa menjadi kafe yang 'normal'. Beberapa rumah bordil pun ditutup, dari 486 menjadi 300. Selain itu, rumah-rumah bordil lainnya pun lebih tertutup dengan memasang gorden di kaca-kacanya sehingga tidak terlalu terlihat vulgar lagi.
Bagaimana dengan Museum Sex dan Museum Prostitusi di sana? Ternyata itu tidak ditutup dan tetap dibiarkan sebagaimana aslinya oleh pemerintah Belanda. Sebab, itu bukanlah tempat esek-esek.
Beberapa pekerja seks komersil pun beralih profesi. Penyuluhan dilakukan oleh pemerintah belanda agar mengubah mereka menjadi seniman, pramusaji dan koki. Beruntungnya, hal itu disambut dengan suka cita oleh para pekerja seks komersil.
Dutch News menuliskan kisah seorang mantan pekerja seks komersil bernama Gabija, yang sudah beralih menjadi penjual kue. Suatu waktu ada lelaki yang bertanya, 'ada 'servis' apa di sini?'. Lalu dia menjawab, 'saya hanya menjual muffin'.
Namun di lain sisi, beberapa masyarakat Amsterdam ada yang menolak Proyek 1012. Mereka berpendapat, kawasan dewasa Red Light District Amsterdam sudah dikenal dan menjadi ciri khas Amsterdam.
Beberapa pengusaha romah bordil pun tidak mau menjual lapaknya kepada pemerintah (yang nantinya akan dibuat kafe atau toko-toko perbelanjaan). Mereka langsung memasang harga jual setinggi langit.
Tapi, pemerintah Belanda tak mau menyerah. Mereka terus mencoba membuat Red Light District Amsterdam agar lebih baik, menekan angka prostitusi dan menekan kriminalitas di sana. Jika Proyek 1012 dimulai tahun 2008, artinya 2018 nanti Red Light District Amsterdam bisa bukan lagi red light district.
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Protes Keras Upacara Adat di Bali, Terganggu Suara Musik
Dulu Viral, Community Center Pamulang Kini Tak Terawat
Cerita Pilot Wanita Garuda Terbangkan Bryan Adams dan Diundang ke Konsernya