Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 19 Mei 2017 16:11 WIB

TRAVEL NEWS

Red Light District Amsterdam Mau Tutup?

Afif Farhan
Redaksi Travel
Foto: Ilustrasi kehidupan malam di Red Light District Amsterdam (AFP/CNN Travel)
Foto: Ilustrasi kehidupan malam di Red Light District Amsterdam (AFP/CNN Travel)
Amsterdam - Red Light District Amsterdam adalah kawasan dewasa paling terkenal di Belanda. Tersiar kabar, pemerintah setempat pelan-pelan mau menutupnya.

Red Light District Amsterdam sudah ada sejak abad pertengahan. Di kawasan inilah prostitusi dilegalkan dan menjadi kawasan khusus dewasa. Maka jangan kaget, kalau banyak tempat esek-esek di sana sungguh vulgar.

Namun seiring berjalan waktu, pemerintah Belanda pelan-pelan seolah mau menutupnya. Situs CNN Travel dan media Belanda, Dutch News seperti dilihat detikTravel, Jumat (19/5/2017) sama-sama mengulas tentang rencana pemerintah Belanda tersebut.

Semuanya dimulai tahun 2008, ketika Walikota Amsterdam kala itu Job Cohen membuat Proyek 1012 (diberi nama sesuai kode pos wilayah Amsterdam). Proyek yang berjalan 10 tahun itu punya tujuan untuk mengubah citra Red Light District Amsterdam. Citra yang dewasa dan vulgar menjadi lebih bersahabat.

Suasana malam di Red Light District Amsterdam (Randy/detikTravel)Suasana malam di Red Light District Amsterdam (Randy/detikTravel)


Langkah-langkah yang dilakukan adalah mengubah klub dan bar dewasa menjadi kafe yang 'normal'. Beberapa rumah bordil pun ditutup, dari 486 menjadi 300. Selain itu, rumah-rumah bordil lainnya pun lebih tertutup dengan memasang gorden di kaca-kacanya sehingga tidak terlalu terlihat vulgar lagi.

Bagaimana dengan Museum Sex dan Museum Prostitusi di sana? Ternyata itu tidak ditutup dan tetap dibiarkan sebagaimana aslinya oleh pemerintah Belanda. Sebab, itu bukanlah tempat esek-esek.

Beberapa kafe yang muncul di Red Light District Amsterdam (Quartier Putain/CNN Travel)Beberapa kafe yang muncul di Red Light District Amsterdam (Quartier Putain/CNN Travel)


Kafe-kafe di Red Light District Amsterdam, banyak pekerjanya yang dulu pekerja seks komersil (CNN Travel)Kafe-kafe di Red Light District Amsterdam, banyak pekerjanya yang dulu pekerja seks komersil (CNN Travel)


Beberapa pekerja seks komersil pun beralih profesi. Penyuluhan dilakukan oleh pemerintah belanda agar mengubah mereka menjadi seniman, pramusaji dan koki. Beruntungnya, hal itu disambut dengan suka cita oleh para pekerja seks komersil.

Dutch News menuliskan kisah seorang mantan pekerja seks komersil bernama Gabija, yang sudah beralih menjadi penjual kue. Suatu waktu ada lelaki yang bertanya, 'ada 'servis' apa di sini?'. Lalu dia menjawab, 'saya hanya menjual muffin'.

Namun di lain sisi, beberapa masyarakat Amsterdam ada yang menolak Proyek 1012. Mereka berpendapat, kawasan dewasa Red Light District Amsterdam sudah dikenal dan menjadi ciri khas Amsterdam.

Beberapa pengusaha romah bordil pun tidak mau menjual lapaknya kepada pemerintah (yang nantinya akan dibuat kafe atau toko-toko perbelanjaan). Mereka langsung memasang harga jual setinggi langit.

Tapi, pemerintah Belanda tak mau menyerah. Mereka terus mencoba membuat Red Light District Amsterdam agar lebih baik, menekan angka prostitusi dan menekan kriminalitas di sana. Jika Proyek 1012 dimulai tahun 2008, artinya 2018 nanti Red Light District Amsterdam bisa bukan lagi red light district.

Red Light District Amsterdam yang juga sudah menjadi destinasi wisata (Randy/detikTravel)Red Light District Amsterdam yang juga sudah menjadi destinasi wisata (Randy/detikTravel)
(aff/aff)
BERITA TERKAIT
Load Komentar ...
NEWS FEED
Laporan dari Jepang

Foto: Landmark Kebanggaan Kota Sapporo

Jumat, 28 Jul 2017 12:20 WIB

Kota Sapporo punya landmark kebanggaan serupa Eiffel di Paris. Namanya Menara Televisi. Katanya belum sah ke Sapporo kalau belum foto di depan menara ini.