Aktor laga dan praktisi Pencak Silat, Yayan Ruhiyan menyampaikan hal tersebut usai menjadi pembicara di acara d'Youthizen, Sabtu (20/5). Menurut Yayan, tidak perlu bingung kalau ingin menikmati wisata olahraga Pencak Silat untuk wisatawan Nusantara dan mancanegara.
"Padepokan Pencak Silat di TMII tiap hari ada kegiatan. Wisatawan bukan cuma menonton, bisa latihan langsung," kata Yayan kepada detikTravel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhamdulillah Pencak Silat diakui sebagai milik Indonesia. Beberapa orang di luar negeri banyak yang sudah punya contact person untuk belajar silat di Indonesia jadi langsung datang ke orangnya," kata aktor yang terkenal dengan tagline 'greget' ini.
(Nico Wijaya/detikTravel) |
Yayan mengatakan selain destinasi wisata silat, kegiatan festival juga mendukung promosi silat sebagai atraksi. Namun memang keberlanjutan kegiatan menjadi tantangan.
"Festival silat pernah dua kali dibikin di Jawa Barat, yang datang ada yang dari Inggris juga, dari jejaring pertemanan," kata aktor yang ikut bermain di Star Wars VII: The Force Awakens ini.
Tantangan lain justru memperkenalkan silat kepada publik Indonesia sendiri. Banyak EO kegiatan yang menganggap remeh dan menyangka para pesilat jarang keluar negeri, padahal mereka sudah sering tampil di banyak negara.
(Nico Wijaya/detikTravel) |
Banyak juga permintaan tampil di hadapan publik, namun menurut Yayan penampilan silat yang baik harus dengan konsep yang terukur. "Banyak ajakan tapi kan kita perlu tahu, berapa orang yang dibutuhkan, shownya seperti apa dan kita butuh latihan juga," jelasnya.
Tapi jika traveler ingin yang simpel, datang melihat silat dan belajar juga, saran dari Yayan 'Mad Dog' Ruhian gampang sekali. "Mau tahu silat bisa langsung ke Padepokan Pencak Silat di TMII," kata dia.
(Nico Wijaya/detikTravel) |
Nah, di Makassar hari ini, Minggu (21/5/2017) memasuki hari kedua kegiatan d'Youthizen. Kemarin telah tampil sejumlah pembicara yaitu aktor Yayan Ruhiyan, Effendi Susanto dari Lenovo Indonesia, Yasa Singgih sebagai CEO Men's Republic dan local heroes Ashari Ramadhan dan Nur Al Marwah Asrul.
Mereka telah berbagi pengalaman bagaimana anak muda bisa bertindak, membangun gerakan untuk menjadi agen perubahan. Di hari kedua ini akan digelar lanjutannya berupa Focus Group Discussion untuk menyusun gerakan di Makassar. (fay/wsw)












































(Nico Wijaya/detikTravel)
(Nico Wijaya/detikTravel)
(Nico Wijaya/detikTravel)
Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama