Jahilnya Tangan Manusia, Rumah Semut Saja Dirusak

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Tapal Batas

Jahilnya Tangan Manusia, Rumah Semut Saja Dirusak

Afif Farhan - detikTravel
Selasa, 13 Jun 2017 07:50 WIB
Jahilnya Tangan Manusia, Rumah Semut Saja Dirusak
Rumah semut yang dirusak di Merauke (Hasan/detikTravel)
Merauke - Ada-ada saja ulah vandalisme yang bikin geram. Rumah-rumah semut di Merauke, Papua yang tingginya 2 meter sampai dirusak oleh orang-orang yang jahil.

detikTravel bersama tim Tapal batas detikcom beberapa waktu lalu menjelajahi Merauke, Papua. Kami menelusuri berbagai tempat di sana, sekaligus melihat berbagai destinasi wisata yang menarik. Salah satunya ada di Distrik Sota yang merupakan wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini.

Dari pusat Kota Merauke, jarak ke sana sekitar 1-2 jam. Selain melihat tugu perbatasan Indonesia dan Papua Nugini, kamu juga bisa melihat rumah semut. Ukurannya tidak main-main, bisa setinggi 2 meter!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun sayang, ada cerita sedih dari rumah semut itu. Ternyata rumah semut yang terbuat dari tanah dan direkat dengan liurnya semut, rusak akibat tangan-tangan manusia yang tidak bertanggung jawab!

BACA JUGA: Kaki Kanan di Papua Nugini dan kaki Kiri di Indonesia

"Coba lihat ini, seperti ada patahan di kanan-kiri seperti dipotek. Sampai di atasnya juga," ujar Kapolsek Sota, Makruf Suroto kepada detikTravel.

Ma'ruf, begitu kecewa. Dia seolah tidak percaya, masih saja ada tangan orang-orang yang jahil. Kasihan rumah semutnya, kasihan juga pengunjung yang mau melihatnya.

"Itu sampai ada yang naik ke atas rumah semut dan selfie-selfie di sana. Aduh jangan dong, bahaya kan buat dirinya sendiri," terang Ma'ruf.

Ma'ruf yang sudah menetap di sana sejak tahun 1993. Dia tinggal di dekat tugu perbatasannya, sekaligus mengurus tugu perbatasan dan semak belukar di sana. Disulapnya jadi taman yang indah.

Melihat tak sedikit pengunjung yang tangannya jahil-jahil, Ma'ruf tak segan untuk menegurnya. Bahkan Ma'ruf berinisiatif sendiri, dia pagari langsung rumah semutnya!

"Ini sengaja saya pagar supaya tidak ada yang merusaknya lagi. Saya sebenarnya tidak mau kalau dipagari seperti ini, tapi bagaimana lagi," ungkapnya.

Tolong, sekali lagi tolong. Jangan sampai ada lagi tangan-tangan yang jahil di sana. Kita sebagai traveler harus mawas diri. Harus sadar, kalau vandalisme (artinya perbuatan merusak) tidaklah keren. Mari jadi traveler yang tahu diri dan menjaga lingkungan.

Cukup difoto, jangan dirusak!

(rdy/rdy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads