detikTravel bersama tim Tapal batas detikcom beberapa waktu lalu menjelajahi Merauke, Papua. Kami menelusuri berbagai tempat di sana, sekaligus melihat berbagai destinasi wisata yang menarik. Salah satunya ada di Distrik Sota yang merupakan wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini.
Dari pusat Kota Merauke, jarak ke sana sekitar 1-2 jam. Selain melihat tugu perbatasan Indonesia dan Papua Nugini, kamu juga bisa melihat rumah semut. Ukurannya tidak main-main, bisa setinggi 2 meter!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BACA JUGA: Kaki Kanan di Papua Nugini dan kaki Kiri di Indonesia
"Coba lihat ini, seperti ada patahan di kanan-kiri seperti dipotek. Sampai di atasnya juga," ujar Kapolsek Sota, Makruf Suroto kepada detikTravel.
Ma'ruf, begitu kecewa. Dia seolah tidak percaya, masih saja ada tangan orang-orang yang jahil. Kasihan rumah semutnya, kasihan juga pengunjung yang mau melihatnya.
"Itu sampai ada yang naik ke atas rumah semut dan selfie-selfie di sana. Aduh jangan dong, bahaya kan buat dirinya sendiri," terang Ma'ruf.
Ma'ruf yang sudah menetap di sana sejak tahun 1993. Dia tinggal di dekat tugu perbatasannya, sekaligus mengurus tugu perbatasan dan semak belukar di sana. Disulapnya jadi taman yang indah.
Melihat tak sedikit pengunjung yang tangannya jahil-jahil, Ma'ruf tak segan untuk menegurnya. Bahkan Ma'ruf berinisiatif sendiri, dia pagari langsung rumah semutnya!
"Ini sengaja saya pagar supaya tidak ada yang merusaknya lagi. Saya sebenarnya tidak mau kalau dipagari seperti ini, tapi bagaimana lagi," ungkapnya.
Tolong, sekali lagi tolong. Jangan sampai ada lagi tangan-tangan yang jahil di sana. Kita sebagai traveler harus mawas diri. Harus sadar, kalau vandalisme (artinya perbuatan merusak) tidaklah keren. Mari jadi traveler yang tahu diri dan menjaga lingkungan.
Cukup difoto, jangan dirusak!
(rdy/rdy)










































