Cara Supaya Lebih Banyak Turis Rusia Berlibur di Indonesia

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Cara Supaya Lebih Banyak Turis Rusia Berlibur di Indonesia

Heldania Ultri Lubis - detikTravel
Rabu, 05 Jul 2017 17:11 WIB
Cara Supaya Lebih Banyak Turis Rusia Berlibur di Indonesia
Foto: Ilustrasi turis berlibur di Bali (Thinkstock)
Jakarta - Dubes RI untuk Rusia Wahid Supriyadi berharap Indonesia punya direct flight ke Rusia. Supaya, lebih banyak turis Rusia yang datang dan liburan di Indonesia.

"Kita usahakan ada direct flight (penerbangan langsung). Paling lambat akhir tahun ini," ujar Wahid dalam jumpa pers yang berlangsung di Kantor Kemlu, Jl Taman Pejambon, Jakarta Pusat, Rabu (5/7/2017).

Wahid menyebut penyediaan direct flight sangatlah penting. Menurutnya tak adanya direct flight membuat turis Rusia yang datang ke Indonesia jauh lebih sedikit jika dibanding dengan negara Asia Tenggara lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Misalnya Vietnam dan Thailand. Thailand itu wisatawan Rusia yang datang ke sana bisa sampai 500 ribu. Sedangkan Indonesia tahun lalu hanya sekitar 80 ribu. Ini yang harus kita perhatikan," katanya.

Wahid mengakui bahwa turis Rusia yang datang ke Indonesia saat ini memang mengalami peningkatan. Namun, ia menyebut peningkatan tersebut masih kurang.

"Tahun ini kita ditarget capai 100 ribu wisatawan. Pada April tahun ini memang sudah ada 45 ribu, saya kira sampai akhir tahun target itu bisa terpenuhi bahkan bisa melampaui. Tapi jumlah ini masih kurang, jika dibanding negara-negara lain. Makanya harus kita lakukan pengembangan, salah satunya dengan menyediakan direct flight itu," tuturnya.

Ia mengatakan rencana awalnya, direct flight tersebut akan mulai dilaksanakan pada Agustus tahun ini. Namun kepastian rencana tersebut masih dalam pembahasan lebih lanjut.

"Awalnya kita rencanakan Agustus tahun ini. Saya kira Agustus bisa penerbangan Garuda ini sudah fix. Tinggal teknis di lapangannya saja. Minimal harus bisa tahun ini," kata Wahid.

Wahid menerangkan rencananya direct flight ini akan disediakan sebanyak tiga kali dalam seminggu. Ia menyebut dua di antaranya akan bertolak dari Denpasar, Bali.

"Karena market kita masih di sana (Bali). Tapi satu penerbangan lainnya dari Jakarta. Ini rencana yang sudah kita bicarakan sekian tahun lalu ya, tapi memang mulai serius dibicarakan setelah Festival Indonesia tahun lalu, karena trennya naik kan," katanya.

"Jadi nanti malam saya mau ngobrol sama pihak Garuda. Saya mau nagih aja kapan terbangnya. Kalau teknis di lapangan ya kita bantu ya. Ini kesempatan 100 ribu orang datang ke Indonesia, kita juga partner dengan media besar di sana jadi coverage-nya besar sekali," imbuh Wahid. (hld/aff)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads