Menurut Kepala Bidang Data dan Informasi Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Bali, Sujabar, hujan di bulan Juli ini terjadi karena pertemuan angin di wilayah perairan selatan Bali. Fenomena yang disebut konvergensi ini mendukung terbentuknya awan di wilayah Bali.
"Ditambah suhu muka laut di perairan Bali dan sekitarnya berkisar antara 26-28 derajat Celcius, masih dalam kondisi hangat daripada rata-rata sehingga memberikan kontribusi bagi pertumbuhan awan hujan di Bali," kata Sujabar kepada detikTravel, Senin (10/7/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelembaban udara yang lembab dari lapisan permukaan hingga 700 mb juga mendukung pertumbuhan awan di atas wilayah Bali. Ketiga penyebab inilah yang membuat hujan di Bali pada bulan Juli bercurah cenderung tinggi.
"Kondisi cuaca umum saat ini potensi hujan ringan di wilayah selatan, timur dan tengah Pulau Bali dengan suhu udara berkisar 22-31 derajat Celcius. Angin bertiup dari arah tenggara ke selatan dengan kecepatan 8-38 Km/jam," ujar Sujabar.
BMKG Wilayah III Bali memprediksi hujan berpotensi terjadi hingga 3 hari ke depan dengan intensitas rendah hingga sedang. Hujan ini diprediksi terjadi di wilayah selatan, tengah dan timur Pulau Dewata.
Sebelumnya, beberapa turis asing dan domestik mengeluhkan cuaca di Bali beberapa hari belakangan ini. Hujan dengan intensitas rendah hingga sedang mengguyur sejumlah lokasi wisata di Bali pada pagi hingga sore hari. (vid/msl)












































Komentar Terbanyak
Aturan Bagasi Gratis Garuda Indonesia Berubah Mulai 1 September 2026
Viral Turis Lokal Diusir dari Pantai Bali, Pemilik Warung Klarifikasi
Curhatan Wisatawan Situ Bagendit: Tempatnya Nyaman, tapi Apa-apa Bayar