Dikumpulkan detikTravel dari berbagai sumber, Senin (10/7/2017) Devon (23) merupakan sosok traveler wanita inspiratif asal Philadelphia, AS. Lahir dengan kelainan kaki, membuat Devon hanya bisa berjalan dengan satu kakinya saja
"Saya lahir dengan kelainan tulang yang menciptakan pergelangan kaki palsu di bagian tibia dalam kaki kanan, membuat kaki kanan saya tidak dapat digunakan," ujar Devon seperti diberitakan Daily Mail.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka memutuskan untuk mengamputasi kaki kanan saya ketika umur empat tahun dan menganjurkan saya untuk memakai kaki buatan," kenang Devon.
Pada awalnya, Devon pun merasa bahwa hidup sangat tidak adil. Namun pelan-pelan, Devon mulai menerima keterbatasannya dan mencoba hidup dengan lebih positif.
Ketika lulus bangku kuliah, Devon pun mulai memberanikan diri untuk traveling keliling Eropa. Di setiap destinasi yang dikunjungi, Devon pun menuliskan nama kotanya di kaki kanan buatan. Tak jarang ia mendapat tatapan aneh dari orang di sekitarnya.
"Banyak orang menatap kaki saya dan saya tidak menyalahkan mereka, namun ketika saya mempsoting foto tentang itu, saya mendapat respon yang positif," cerita Devon.
Selain traveling, Devon juga kerap memposting fotonya di suatu destinasi dengan kaki buatan kanannya. Dilihat dari foto di laman Instagramnya, Devon sempat memposting fotonya saat liburan di Kopenhagen, Praha, Vienna, Budapest, Barcelona, Paris, Amsterdam, Brussels hingga Athena.
Hal yang dilakukan Devon pun menjadi inspirasi bagi banyak orang, khususnya untuk orang dengan keterbatasan fisik lainnya. Sekiranya keterbatasan fisik tidak menghalangi seseorang untuk bahagia dan traveling.
"Anda dapat memiliki hidup yang menyenangkan jika fokus pada hal yang positif, Anda harus selalu melihat suatu hal dalam perspektif dan saya menganggap diri saya sangat beruntung," tutup Devon. (rdy/wsw)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama