Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 09 Agu 2017 14:30 WIB

TRAVEL NEWS

Seperti Apa Asyiknya Wisata Rumah Ibadah di Jakarta?

Kurnia Yustiana
Redaksi Travel
Wisata Rumah Ibadah di Jakarta (Kurnia/detikTravel)
Wisata Rumah Ibadah di Jakarta (Kurnia/detikTravel)
Jakarta - Komunitas Bhinneka mengadakan Wisata Rumah Ibadah di Jakarta. Wisata religi ini pun berlangsung santai dan menyenangkan.

Wisata Rumah Ibadah merupakan salah satu kegiatan dari Komunitas Bhinneka. Ditemui di Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (9/8/2017), Ketua Panitia Wisata Rumah Ibadah Komunitas Bhinneka, Endah Nurdiana mengatakan bahwa Wisata Rumah Ibadah pertama kali dilaksanakan pada Mei 2017 lalu di Bandung.

Sementara di Jakarta, aktivitas jalan-jalan ini berlangsung pertama kali Juni 2017 dan yang kedua adalah hari ini.

"Kami akan memulai Wisata Rumah Ibadah yang kedua. Wisata Rumah Ibadah kami harapkan menjadi sebuah pengingat bagi kita semua untuk menjaga sikap dan perbedaan dengan selalu bertoleransi. Mengajarkan kita semua berpikir positif, untuk membangun bangsa ini," kata Endah.

Wisata Rumah Ibadah kali ini diikuti oleh 126 murid SMA dari 10 sekolah negeri dan 2 sekolah swasta, 26 fasilitator terdiri dari pemuda 6 unsur agama serta 24 panitia dari Komunitas Bhinneka dan didukung juga oleh tokoh masyarakat.

Tempat ibadah yang akan dikunjungi pun beragam. Dari Gereja Imanuel, Gereja Katedral, Masjid Istiqlal, Vihara Kenteng Bahtera Bakti Ancol hingga Pura Agung Aditya Jaya.

"(Memilih) yang berdekatan tapi juga rumah ibadah resmi yang di Jakarta, Katedral, Imanuel, Istiqlal," tutur Endah.

Sejak pagi, murid-murid pun telah berkumpul di halaman depan Kementerian Agama untuk pembagian kelompok dan pembukaan Wisata Rumah Ibadah. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin turut hadir dan membuka acara ini.

Gereja Katedral Jakarta jadi salah satu rumah ibadah yang dikunjungi (Kurnia/detikTravel)Gereja Katedral Jakarta jadi salah satu rumah ibadah yang dikunjungi (Kurnia/detikTravel)

Setelah acara seremonial selesai, sekitar pukul 09.35 WIB Wisata Rumah Ibadah dimulai. Para peserta yang mengenakan seragam sekolah mengikuti masing-masing fasilitator yang membawa bendera sesuai dengan warna kelompok.

Destinasi pertama yaitu Gereja Imanuel ditempuh dengan berjalan kaki dari kantor Kementerian Agama. Sesampainya di sana, peserta foto bersama di depan gereja kemudian masuk dan mendengarkan sambutan serta sekilas sejarah dari Pendeta Michiko Pinaria Saren.

"Teman-teman harus punya mindset bahwa walaupun kita berbeda, tapi tetap satu," ucapnya.

Perjalanan dilanjutkan ke Gereja Katedral naik bus. Ada sekitar 8 bus yang membawa rombongan ke Gereja Katedral. Di sana, Romo Hani yang menyambung kedatangan peserta juga menceritakan sejarah Gereja Katedral.

Sebelum lanjut ke destinasi berikutnya, banyak peserta yang antre foto-foto bersama romo. Setelah semua selesai, saatnya lanjut menyeberang ke Masjid Istiqlal untuk melihat keindahan berbagai sisinya. Dilanjutkan salat zuhur berjamaah bagi peserta Muslim.

Usai salat, peserta berkumpul di salah satu area lapang di luar ruang salat. Mereka siap mendengarkan sekilas kisah masjid ini dari Kepala Bagian Protokoler dan Humas Masjid Istiqlal, Abu Hurairah Abdul Salam.

Abu menjelaskan, Masjid Istiqlal dibangun pada masa Presiden Pertama RI Soekarno dan menjadi salah satu masjid terbesar di Asia Tenggara.

Berfoto bareng pemuka agama (Kurnia/detikTravel)Berfoto bareng pemuka agama (Kurnia/detikTravel)

Pria ini mengatakan, bahwa sekitar 3 bulan belakangan makin banyak turis mancanegara yang berkunjung ke Masjid Istiqlal. Siapa saja boleh berkunjung, tapi harus berpakaian sopan. Sehingga bila ada yang berpakaian minim, akan diminta menganakan semacam jubah batik.

"3 bulan terakhir Istiqlal dikunjungi wisatawan non Muslim per hari 300 orang dari berbagai agama. Kemudian mereka kan tidak tahu, Indonesia panas, (turis pakai) pakaian minim makanya kami siapkan jubah," jelas Abu.

Ia juga menyebutkan sejumlah informasi menarik lainnya terkait rumah ibadah ini. Murid-murid SMA itu pun selain mendengarkan, juga tertarik menanyakan berbagai hal. Ada yang menanyakan soal i'tikaf hingga ta'aruf.

Abu kemudian mengajak peserta berkeliling masjid, diawali dengan melihat Bedug Raksasa. Puas berkeliling, peserta akan melanjutkan perjalanan ke rumah-rumah ibadah berikutnya, yaitu Vihara Kenteng Bahtera Bakti Ancol hingga Pura Agung Aditya Jaya.

Peserta pun mengaku senang mengikuti Wisata Rumah Ibadah. Mereka bisa tahu lebih banyak tak hanya mengenai rumah ibadah agamanya sendiri, tapi juga agama lain. Lebih mengerti lagi soal toleransi.

"Bagus, kita kayak bisa melihat langsung rumah ibadah, lebih menghargai, membangun toleransi kita yang berbeda agama," tutur peserta bernama Niti dari SMA 27 Jakarta.

Sekiranya wisata rumah ibadah ini dapat membangun rasa toleransi di Jakarta, khususnya di kalangan generasi muda. (rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED