Menteri Pariwisata Arief Yahya melakukan upacara Hari Kemerdekaan di Gedung Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (17/8/2017) pagi tadi. Dalam sambutannya, dia menekankan bahwa Presiden Jokowi sudah menempatkan pariwisata sebagai sektor unggulan pembangunan nasional.
"Presiden Joko Widodo telah menempatkan pariwisata sebagai leading sector atau sektor unggulan pembangunan nasional. Pariwisata dijadikan sebagai sektor prioritas selain pangan, energi, maritim, kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Bahkan, pariwisata dijadikan core economy bagi Republik ini ke depan, karena industri yang paling sustainable, paling menyentuh ke level bawah masyarakat dan performansi setiap tahunnya menanjak," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada kesempatan ini saya sampaikan bahwa Presiden telah dua kali mengapresiasi kinerja Kementerian Pariwisata dengan meminta meningkatkan pertumbuhan yang mencapai angka 22,4%. Optimisme ini berkaitan dengan performansi pariwisata dari tahun ke tahun meningkat pesat, pertumbuhan jumlah wisman (wisatawan mancanegara) Indonesia sejajar dengan Vietnam mengalami pertumbuhan diatas 20%, sementara negara tetangga, seperti Thailand, Malaysia dan Singapura hanya mengalami pertumbuhan dibawah 5%," papar Arief.
"Indonesia dan Vietnam bahkan masuk dalam peringkat Top 20 dunia sebagai the fastest growing destination mewakili ASEAN. Hingga akhir 2017 diperkirakan target kunjungan wisman mencapai 15 juta hingga growth 25 % dari pencapaian tahun 2016 yaitu 12 juta. Sementara untuk cultural resources, WEF memberi peringkat Top 20 dunia dari total 141 negara. Kemudian branding Wonderful Indonesia yang awalnya tidak masuk peringkat kini berada pada ranking 47 dari 140 negara, mengalahkan branding Amazing Thailand yang berada di ranking 68 dan Truly Asia Malaysia di ranking 85," tambahnya.
Namun untuk terus menjadi yang terbaik, tidaklah mudah. Arief ingin setiap stakeholder di bidang pariwisata dari Kementerian Pariwisata hingga sektor-sektor swasta sama-sama bergandeng tangan. Serta, saling bersinergi antar tiap kementerian seperti Kementerian Perhubungan dan Kementerian PUPR, untuk mengurus bagian infrastruktur dan aksesibilitas.
"Pariwisata adalah sektor unggulan pembangunan nasional yang mampu menjadi jalan baru dan lebih cepat, jalan yang mudah dan murah untuk mendulang pundi-pundi devisa negara, membuka lapangan kerja, investasi dan berkontribusi terhadap PDB Nasional sebesar 13%. Hal ini hanya akan bisa terwujud jika kita memiliki karakter pemenang, Win Way Character yang Solid, Speed, Smart. Jika itu tercapai, maka seluruh personil Kementerian Pariwisata akan menjadi pahlawan pengisi kemerdekaan dengan kesejahteraan masyarakat yang lebih merata. Terlebih mampu mensinergikan seluruh unsur Penthaheliks untuk pencapaian target 15 juta kunjungan wisman, 265 juta perjalanan wisnus (wisatawan Nusantara atau wisatawan domestik), 12 juta lapangan kerja dan indeks daya saing pariwisata berada di peringkat 40 dunia pada tahun 2017," tutup Arief.
(aff/aff)











































Komentar Terbanyak
Aturan Bagasi Gratis Garuda Indonesia Berubah Mulai 1 September 2026
Viral Turis Lokal Diusir dari Pantai Bali, Pemilik Warung Klarifikasi
Curhatan Wisatawan Situ Bagendit: Tempatnya Nyaman, tapi Apa-apa Bayar