Deputi Bidang Pemasaran Pasiwisata Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana mengatakan biasanya perhitungan wisman berdasarkan ketibaan di bandara. Padahal, belum tentu wisman tersebut berlibur di sekitar bandara itu berada.
"Kalau yang datang ke Cengkareng (Bandara Soekarno Hatta) kan banyak itu jadi nah ini-ini kelemahan kita juga kita belum punya data pergerakan wisatawan dalam negeri," kata Pitana usai Rakor Pemasaran Pariwisata Mancanegara di Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (25/8/2017) kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, menurut dia, banyak wisman juga yang mendarat di Bandara Soekarno Hatta namun melakukan pergerakan di Bandung dan sekitarnya. Sehingga, kerap terjadi kekeliruan datang kunjungan wisman di tingkat daerah maupun pusat.
"Kami menghitungnya angka yang masuk di Husein Sastranegara sehingga lebih kecil daripada angka yang dihitung. Karena mungkin saja yang nginep di Bandung itu adalah mereka yang turun di Cengkareng jadi ini kita akui sebagai kelemahan pendataan," ujar Pitana.
Dia menyebut saat ini Indonesia memiliki 16 negara potensi wisman di antara beberapa negara Asia, Eropa dan Timur Tengah. Namun, Pitana menjelaskan, ada sekitar 5 negara Asia yang rata-ratanya 30 persen wisman berasal dari negara tersebut.
"Kita mempunyai 16 pasar yang utama termasuk Eropa termasuk Rusia termasuk Timur Tengah Saudi Arabia itu bagus banyak betul betul itu Singapura Malaysia China Australia India, Korea, Jepang, Australia. Kita memang menggarap pasar-pasar utama tapi kita tidak meninggalkan pasar-pasar yang belum mau nyumbang yang besar," tutur Pitana. (bnl/aff)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong