Cara Kemenpar Gaet Wisman Lewat Wisata Kuliner
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Cara Kemenpar Gaet Wisman Lewat Wisata Kuliner

Ahmad Masaul Khoiri - detikTravel
Selasa, 19 Sep 2017 15:50 WIB
Cara Kemenpar Gaet Wisman Lewat Wisata Kuliner
Foto: (Masaul/detikTravel)
Jakarta - Kemenpar menggelar workshop untuk menyusun strategi memasarkan wisata kuliner. Hal ini untuk menggenjot datangnya turis.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara (Deputi BP3M) Kemenpar, I Gde Pitana menyebut bahwa sebagian pengeluaran wisman (wisatawan nusantara) itu untuk makanan. Maka dari itu harus ada langkah-langkah untuk menggandenganya.

"Sebanyak 14 persen pembelanjaan wisman adalah untuk kuliner. Jadi ada beberapa hal yang perlu dibahas, bagaimana kuliner berkontribusi menciptakan 13 juta lapangan kerja dan mendatangkan Rp 270 triliun devisa yang ujungnya adalah 20 juta wisman di tahun 2019," jelas Pitana di Hotel Santika Premiere Jakarta, Selasa (19/9/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perlu strategi agar bisa ke sana," imbuh dia.
Workshop bertema Strategi Pemasaran Wisata Kuliner dan Belanja untuk Wisatawan Mancanegara di Jakarta (Masaul/detikTravel)Workshop bertema Strategi Pemasaran Wisata Kuliner dan Belanja untuk Wisatawan Mancanegara di Jakarta (Masaul/detikTravel)
Strategi wisata kuliner selain wisman datang mengunjungi destinasi yaitu dengan melakukan promosi di media. Pihaknya bersama-sama stakeholder terkait akan mencari tahu apakah kuliner menjadi tujuan utamanya.

"Pertanyaannya apa orang datang ke Indonesia untuk mencari kuliner atau hal lain, lalu baru mencari kuliner. Apakah primer, sekunder, atau prasyarat," tanya Pitana sebagai bahan diskusi peserta workshop.

Seperti halnya destinasi ketika orang datang mencarinya, wisata belanja sudah berkembang dahulu. Contohnya adalah orang-orang Malaysia datang ke Bandung untuk shopping dan ada pula yang kuliner.

"Memang tidak ada orang berwisata dengan single motivation. Contoh wisman ke Bali dia ke pantai, lalu ke waterboom, setelahnya makan siang. Ketika menyusun strategi wisata kuliner harus ada analisis perilaku turis dalam berkuliner," urai Pitana.

"Maka kita konsep bagaimana yang harus dilakukan tahun 2018 nanti," pungkas dia.

Workshop bertemakan 'Strategi Pemasaran Wisata Kuliner dan Belanja untuk Wisatawan Mancanegara' akan berlangsung selama dua hari. Sejumlah pihak hadir dalam kegiatan ini seperti Dispar Solo hingga Komunitas Wisata Kuliner Semarang.


(msl/krn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads