Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 22 Sep 2017 18:10 WIB

TRAVEL NEWS

Ini Kisah Lain dari Ibu Penjual Warung yang Kejar Traveler

Johanes Randy Prakoso
Redaksi Travel
Ibu penjaga warung yang galak (@Stuart Wilson/Youtube)
Ibu penjaga warung yang galak (@Stuart Wilson/Youtube)
Kathmandu - Kisah traveler yang dikejar ibu penjaga warung di Nepal ternyata memiliki sisi lain. Inilah cerita yang tidak diungkap oleh sang traveler.

Video yang diposting oleh Gemma Wilson (35) saat dikejar ibu penjaga warung di Annapurna Circuit ternyata tidak menceritakan sisi lain dari kisah itu.

BACA JUGA: Keluhkan Harga Minuman, Traveler Dikejar Ibu Penjaga Warung

Sayangnya, sejumlah media asing hanya membahas satu sisi dari
Gemma tanpa melihat dari sisi sang ibu penjaga warung. Dikumpulkan detikTravel dari berbagai sumber, Jumat (22/9/2019) sisi lain itu lah yang dibahas oleh seorang travel blogger asal Nepal bernama Sanjay Kafle.

Dituliskan oleh Sanjay lewat postingan di laman FB pribadinya yang bernama Nepal Travel Tale pada 20 September kemarin, bahwa ia sebelumnya pernah bertemu dan mengobrol langsung dengan ibu penjaga warung yang mengejar Gemma.

"Saya mengenali ibu yang marah tersebut. Ibu itu merupakan orang tua yang menyajikan teh pada kami. Ia juga sempat bercerita akan keluhan dan kesulitannya pada kami saat singgah ke warung tehnya," tulis Sanjay

Diceritakan oleh Sanjay, bahwa ia merasa terkejut akan tindakan ibu tersebut. Sanjay pun berusaha untuk mengontak ibu tersebut. Namun apa daya, warung ibu itu terletak di Manang dan berjarak sekitar satu setengah hari trekking dari telepon terdekat. Tentu ada alasan kenapa ibu itu melakukan aksinya.

"Jika saya tidak salah lihat, di sana ada papan penanda bertuliskan area rawan longsor. Ibu pun selalu lewat jalan itu dua kali sehari. Sekali menuju warung tehnya dan sekali saat dia pulang," ujar Sanjay.

Ditambahkan juga oleh Sanjay, kalau sang ibu juga harus berhadapan langsung dengan iklim ekstrim dan resiko untuk menghidangkan teh bagi para traveler di warungnya.

Tidak hanya itu, sang ibu juga harus mengumpulkan kayu bakar untuk menyeduh teh. Untuk informasi, warung ibu itu terletak di ketinggian 4.400 Mdpl.

Oleh sebab itu, Sanjay pun menganggap kalau Gemma hanya melebih-lebihkan soal harga teh senilai 50 Rupee atau sekitar Rp 19 ribu per cangkir.

"150 Rupee untuk secangkir teh kemahalan? Serius? 150 Rupee setara dengan Usd 1,25 atau kurang dari 1 Poundsterling. Saya yakin, kalau harga itu masih lebih murah daripada harga secangkir teh di kedai termurah Inggris," tulis Sanjay.

Menanggapi berita yang berpihak ke satu sisi itu, Sanjay pun meminta agar para media asing melakukan riset dari sisi lain dan tidak hanya merujuk pada potongan video yang diposting oleh Gemma.

Dituliskan oleh Sanjay, bahwa salah satu temannya akan melakukan trekking di Annapurna Circuit dalam waktu dekat dan mampir ke warung ibu itu. Semoga ada cerita lain dari sang ibu penjaga warung.

(krn/rdy)
BERITA TERKAIT
Load Komentar ...
NEWS FEED