Pada Piasan Gampong Pande yang digelar di Desa Gampong Pande, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh, salah satu agendanya yaitu tur menangkap kepiting. Peserta yang berasal dari berbagai negara ini diajak untuk ikut langsung menangkap kepiting yang ada di tambak-tambak.
Treveler yang dipandu seorang warga asli Gampong Pande ini awalnya menaruh alat untuk menangkap kepiting di dalam tambak. Setelah beberapa menit berselang, mereka kembali dan menarik satu persatu alat tadi. Nah jika beruntung, traveler dapat melihat kepiting beragam ukuran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: (Agus Setyadi/detikTravel) |
"Kami senang dengan kegiatan ini. Di sini kami bisa melihat secara langsung cara menangkap kepiting. Di negara saya, kepiting cuma ada di pasar atau swalayan," kata Ugna, seorang turis asal Lithuania kepada wartawan di lokasi, Sabtu (20/9/2017).
Usai menangkap kepiting, para traveler ini selanjutnya diajak untuk menikmati mie kepiting yang dimasak di Kantor Geuchik Gampong Pande. Di sana, mereka disuguhkan mie yang sudah dimasak sejumlah warga.
Foto: (Agus Setyadi/detikTravel) |
"Di desa ini ada tiga macam jenis kepiting. Selama ada kepiting di sini masyarakat gampang mencari nafkah. Kadang sehari dapat tiga hingga lima kilo kepiting. Yang besar itu harganya mencapai Rp 120 per kilogram sedangkan yang kecil Rp 60 ribu," kata Rasyid kepada wartawan.
Kegiatan yang diinisiasi International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS) akan berlangsung selama dua hari. Banyak kegiatan yang disuguhkan di sana. Selain tur, juga ada pameran yang digelar warga setempat.
Foto: (Agus Setyadi/detikTravel) |
"Sangat banyak potensi wisata di Gampong Pande ini. Tapi hari ini kita mengangkat soal kepiting dan nipah," kata Pratitou.
Menurutnya, peserta yang mendaftar dalam tur menangkap kepiting ini berjumlah sekitar 35 orang. Mereka berasal dari beberapa negara. "Mereka tahu ada kegiatan ini setelah kita share info di media sosial," ungkap Pratitou. (krn/krn)












































Foto: (Agus Setyadi/detikTravel)
Foto: (Agus Setyadi/detikTravel)
Foto: (Agus Setyadi/detikTravel)
Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong