Pariwisata: Primadona Baru Ekonomi Indonesia

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Pariwisata: Primadona Baru Ekonomi Indonesia

Afif Farhan - detikTravel
Rabu, 18 Okt 2017 20:10 WIB
Pariwisata: Primadona Baru Ekonomi Indonesia
Menteri Pariwisata Arief Yahya (Agung Pambudhy/detikFoto)
Jakarta - Tiga tahun sektor pariwisata pada pemerintahan Jokowi-JK, menunjukan capaian yang dinilai memuaskan. Pariwisata bisa jadi primadona baru perekonomian.

"Pariwisata sudah dilirik sebagai primadona baru bagi perekonomian bangsa karena pertumbuhannya yang sangat bagus," ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya seperti dalam rilis yang diterima detikTravel dari Kementerian pariwisata, Rabu (18/10/2017).

Faktanya, pertama capaian pertumbuhan jumlah kunjungan turis ke Indonesia menunjukkan grafik menanjak. Bahkan capaian Januari-Agustus 2017 ini, data terbaru naik 25,68%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arief membandingkan data tersebut dengan pertumbuhan regional ASEAN 7%, maka Indonesia naik 3,5 kali lipat dari rata-rata Asia Tenggara. Dia juga bandingkan dengan pertumbuhan wisatawan dunia, yang bertumbuh 6,4%.

"Kita naik 4 kali lipat dari rata-rata dunia," katanya.

Jika dilihat sejak 2014, maka angka kenaikan itu cukup menggembirakan. Tahun 2014 sebesar 9,3 juta turis ke Indonesia, tahun 2015 naik menjadi 10,4 juta, lalu tahun 2016 menembus 12 juta dan tahun 2017 sampai bulan Agustus sudah tercatat 9,2 juta.

Pariwisata: Primadona Baru Ekonomi IndonesiaMenteri Pariwisata Arief Yahya (Grandyos Zafna/detikFoto)


Yang kedua, soal indeks daya saing pariwisata Indonesia di dunia. Dari peringkat 70 dunia di tahun 2013, melompat ke posisi 50 besar di 2015, dan saat ini 2017 menembus papan 42 besar dunia.

"Ini karena kita perkuat branding Wonderful Indonesia dan memperbaiki 14 pilar yang sudah disusun oleh TTCI – Travel and Tourism Competitiveness Index, World Economic Forum," jelas pria asal Banyuwangi itu.

Ketiga, soal penghargaan. "Tahun 2016, kita memperoleh 46 penghargaan dunia dari 22 negara. Tahun 2017 ini, kita sudah mengantungi 22 negara dari 10 negara," terang Arief.

BACA JUGA: Keren! Video Pariwisata Indonesia Juara di UNWTO 2017

Selain itu, menurut Arief Yahya, pariwisata sudah ditetapkan Presiden Jokowi sebagai leading sector dan sekaligus core ekonomi bangsa. Jokowi sendiri sudah hadir dan mensupport pariwisata dengan menetapkan 10 destinasi prioritas, atau yang sering dipopulerkan dengan istilah 10 Bali Baru.

Ke-10 Destinasi Prioritas itu antara lain Danau Toba Sumatera Utara, Tanjung Kelayang Bangka Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu DKI Jakarta, Borobudur di Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang), Bromo-Tengger-Semeru Jawa Timur, Mandalika di Lombok, Komodo Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sulawesi Tenggara dan Morotai di Maluku Utara.

"Untuk Indonesia, pariwisata sebagai penyumbang PDB, devisa dan lapangan kerja yang paling mudah dan murah," pungkas Arief. (aff/aff)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads