Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 30 Okt 2017 14:30 WIB

TRAVEL NEWS

Apa Sih Mimpi Mulia Bos AirAsia yang Belum Terwujud?

Ahmad Masaul Khoiri
Redaksi Travel
Foto: (Ahmad Masaul/detikTravel)
Foto: (Ahmad Masaul/detikTravel)
Kuala Lumpur - CEO AirAsia Tony Fernandes sudah meraih banyak prestasi dalam hidup dan bisnisnya. Namun, ia masih mempunyai mimpi-mimpi yang ingin diwujudkan.

Tony menjelaskan mimpi-mimpinya itu dalam peluncuran buku autobiografinya, Flying High. Ia ingin mewujudkan mimpi dalam hal kesehatan dan pendidikan yang murah.

"Dunia ini terlalu terkotak-kotak dalam hal politik, agama dan faktor lainnya dan hidup itu sangat berharga," jawab Tony merujuk salah satu pertanyaan wartawan di Marini's On 57, Kuala Lumpur, Minggu (29/10/2017).

"Tujuan saya AirAsia, namun ada dua lagi yakni di kesehatan dan pendidikan yang murah," ungkap dia setelah hening sejenak.

Tony melihat masih banyak anak juga pelajar yang pandai namun kurang mampu hingga akhirnya menyerah tak melanjutkan pendidikannya. Sehingga ia ingin mewujudkan mimpi anak-anak itu, namun ia enggan merinci dua mimpinya itu.

"Kita bisa mewujudkannya dengan memberi pilihan banyak sekali beasiswa. Lalu dalam hal kesehatan masih mahal bagi sebagian orang. Kita bisa melihatnya di sekitar kita," ungkap dia.

Kembali ke bisnis utamanya, yakni AirAsia yang dibangun dari keterpurukan ingin lebih dibesarkan oleh Tony. Ia ingin semua orang merasakan tranportasi penerbangan yang murah namun berkualitas.

"Membawa semua orang dapat terbang adalah tantangan. Karena tak semua elemen mendukung seperti pajak bandara yang semakin besar," jelas dia.

Terakhir, Tony mengungkapkan ingin membawa tim sepakbola Queen Park Rangers miliknya menjadi juara UEFA Liga Champions. Ada alasan mendasar kenapa demikian.

"Saya amat mencintai QPR. Saya ingin kembali ke QPR dan ingin mewujudkan keinginan para fans agar bisa menjadi juara Champions," tutup dia.

Selain karir yang cemerlang Tony juga memiliki sederet prestasi. Ia mendapat gelar bangsawan Tan Sri dari Raja Malaysia, Legion d'honneur dari pemerintah Prancis, mendapat penghargaan Businessman of the Year dari Forbes, dan 100 orang paling berpengaruh pada tahun 2015 dari majalah Time. Ia membagi waktu hidupnya antara Malaysia dan London, Inggris. (msl/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED