Internet banyak digunakan untuk mencari apa saja yang ada di sebuah destinasi. Dengan teknologi pula semua informasi akan tersebar dengan cepat.
"Kita ini pakai semua yang terhebat di dunia dalam hal digital agar mencari dan share menggunakan media digital. Sebanyak 70 persen pasti menggunakannya," kata Arief dalam Seminar Indonesia Tourism Outlook (ITO) 2018 di Hotel DoubleTree Hotel Jakarta, Rabu (1/11/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau paling anti, travel agent manual. Maka harus melakukan perubahan jika tidak akan mati," jelas Arief.
"Anak baru Traveloka nilai perusahaannya sudah Rp 15 triliun. Sedangkan dua perusahaan travel agent lama, seperti Bayu Buana dan Panorama jika digabungkan hanya Rp 1 triliun," tutur dia. (rdy/fay)










































