Komunitas lingkungan di Banyuwangi bahkan membuat petisi yang berisi penolakan pembangunan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen, yang akan ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.
Komunitas Sea Soldier Banyuwangi membuat petisi di media sosial. Mereka mengajak masyarakat untuk menandatangani petisi penolakan pembangunan di puncak Ijen itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kordinator Sea Soldier Banyuwangi, Putri Agustin (Ardian/detikTravel) |
"Sekarang sudah 10 ribu orang lebih yang tandatangan mendukung penolakan pembangunan infrastruktur publik di puncak Ijen," ujar koordinator Sea Soldier Banyuwangi, Putri Agustin kepada detikTravel, Sabtu (4/11/2017).
Sea Soldier Banyuwangi merupakan komunitas yang tergabung dalam gerakan atau kampanye lingkungan serta komitmen diri dan aksi nyata, dalam menyebar virus ramah lingkungan dengan memanfaatkan jejaring media sosial.
Dibuatnya petisi Save Kawah Ijen Stop Pembangunan di Puncak ini, kata Putri, karena adanya keresahan adanya pembangunan infrastruktur yang ada di Puncak Ijen dengan dalih sebagai sarana fasilitas toilet, pagar dan pendopo. Mereka menilai pembangunan tersebut dapat merusak ekosistem yang ada di kawasan TWA Ijen.
"Awal mula pembuatan petisi itu karena keresahan kita bersama. Jadi awalnya kita posting kemudian viral. Bentuk follow up dari kita akhirnya kita bikin petisi agar semua orang yang merasakan keresahan yang sama bisa turut andil dalam perubahan ini," tambahnya.
Dalam petisi tersebut, kata Putri, dirinya menjelaskan bahwa sebenarnya ijen itu cantik dan tidak perlu dipoles lagi.
"Landscape Ijen ini paling cantik di dunia. Kalau dikotori dengan pembangunan itu kan sayang. Belum lagi dampak lingkungan yang saat ini rusak karena pembangunan itu," ujarnya.
Mereka berharap agar pembangunan infrastruktur yang ada di puncak Ijen dapat dihentikan karena dapat merusak kelangsungan ekosistem yang ada di kawasan Ijen. Dan yang ditakutkan terjadinya longsor lantaran gunung Ijen masih aktif.
"Takutnya ada longsor dan ijen masih aktif, siapa yang yang berani tanggung jawab ketika terjadi apa-apa di atas karena sudah tanahnya sudah banyak dikeruk, sampahnya juga," pungkasnya.
Sebelumnya, BBKSDA Jatim sedang melakukan pembangunan infrastruktur publik di puncak Ijen dan areal parkir Paltuding. Untuk di Paltuding, BBKSDA juga melakukan pembangunan beberapa gedung. Ini sebagai penunjang fasilitas wisatawan, diantaranya Tourist Information Center (TIC), pembangunan musholla dan masih banyak lagi.
Anggaran yang dikucurkan pada pembangunan tahap awal ini senilai Rp 5 miliar. Sementara tahap kedua akan dilakukan pada tahun 2018. Sementara total anggaran rampung pengerjaan proyek BBKSDA Jatim mencapai Rp 13 miliar.
(rdy/rdy)












































Kordinator Sea Soldier Banyuwangi, Putri Agustin (Ardian/detikTravel)
Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh