Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 06 Nov 2017 21:12 WIB

TRAVEL NEWS

Fobia Keluar Rumah, Perempuan Ini Punya Cara Pergi Traveling

Bona
Redaksi Travel
Foto unik temuan penderita agorafobia (streetview.portraits/Instagram)
Foto unik temuan penderita agorafobia (streetview.portraits/Instagram)
Jakarta - Traveling adalah hal yang sulit dilakukan penderita agorafobia, alias takut keluar rumah. Berbekal teknologi, sorang penderita agorafobia punya cara lain untuk traveling.

Diintip detikTravel dari berbagai sumber, Senin (6/11/2017) agorafobia membuat seseorang jadi takut untuk keluar dari rumah. Hal ini sangat menyulitkan mereka untuk sekedar jalan-jalan di sekitar tempat tinggal, apalagi traveling.

Seorang Agorafobia bernama Jacqui Kenny adalah warga negara Selandia Baru yang baru pindah ke London. Ia sangat takut dan cemas untuk keluar dari rumah.

Ingin bisa menjelajah dunia layaknya orang lain, Kenny menemukan cara agar dirinya bisa traveling dunia tanpa rasa takut. Kenny liburan dengan teknologi virtual dari Google Maps.

Fobia Keluar Rumah, Perempuan Ini Punya Cara Pergi TravelingHasil jalan-jalan virtual (streetview.portraits/Instagram)
Lewat Google Maps, Kenny berpetualang ke tempat-tempat tersembunyi dengan sudut pandang yang berbeda. Justru inilah yang membuat akun Instagram Kenny dibanjiri penggemar.

Ia memulai perjalanan ke Mongolia, Peru, Chili dan Senegal tanpa menginjakkan kaki. Semua gambar yang diambilnya diambilnya bisa dibilang spesifik.

Kenny akan menjelajah di layar virtual dan menemukan tempat-tempat tersembunyi yang instagrammable. Kemudian, ia screenshot dan edit.

Fobia Keluar Rumah, Perempuan Ini Punya Cara Pergi TravelingTempat unik temuan penderita agorafobia (streetview.portraits/Instagram)
Karena idenya ini, Google berkerja sama dengan Kenny untuk mempromosikan Google Street View.

"Semakin saya melakukan perjalanan, semakin saya menemukan pemandangan yang tampaknya dipetik dari alam semesta yang aneh dan luas. Saya menemukan kota-kota terpencil dan pemandangan yang berdebu, permata arsitektur yang dinamis, dan orang-orang anonim, semuanya membeku pada waktunya," tulis Jacqui Kenny dalam sebuah posting blog Google.

Hasil karyanya ini bahkan diikutsertakan dalam pameran seni di New York. Harga satu karyanya dibandrol 25 Poundtstreling atau Rp 445.000. (bnl/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED