Butet Kertaradjasa yang sedang melakukan wisata di Banyuwangi, menyayangkan dengan pembangunan toilet, pendopo dan pagar keselamatan tepat di bibir kawah gunung setinggi 2443 meter diatas permukaan laut (mdpl) itu. Begini katanya...
"Pembangunan Ijen jangan sampai dinodai dengan elemen yg berpotensi merusak keaslian alam. Alam itu sudah karunia kepada kita. Jadi kita tinggal merawat dan menjaga betul betul. Karena daya tarik gunung itu ya dari ke-otentikan-nya, ujar Butet kepada detikTravel, Kamis (9/11/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beton-beton yang dibangun di sepanjang pinggir bibir kawah akan merusak keindahan Ijen. Dia mencontohkan untuk pembangunan pagar keselamatan wisatawan, alangkah baiknya jika menggunakan material kayu dan batu saja. Bukan beton yang akan menghilangkan kealamian Ijen.
"Sedangkan fasilitas pendopo dan toilet ya tidak harus disitu. Kan bisa dicarikan lokasi lain yang tidak mengganggu aspek pemandangan dan aspek landscape yang unik. Masih banyak cara membuat kebijakan safety dan higienitas disana," tambahnya.
Seharusnya, kata Butet, pembangunan infrastruktur publik di di Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen harusnya melibatkan pakar lingkungan, seniman visual dan para pengamat pariwista. "Kan banyak ahli kita itu. Kalau tidak melibatkan mereka ya sangat di sayangkan," pungkasnya.
BBKSDA Jatim sedang melakukan pembangunan infrastruktur publik di puncak Ijen dan areal parkir Paltuding. Untuk di Paltuding, BBKSDA juga melakukan pembangunan beberapa gedung. Ini sebagai penunjang fasilitas wisatawan, di antaranya Tourist Information Center (TIC), pembangunan musholla dan masih banyak lagi.
Anggaran yang dikucurkan pada pembangunan tahap awal ini senilai Rp 5 miliar. Sementara tahap kedua akan dilakukan pada tahun 2018. Sementara total anggaran rampung pengerjaan proyek BBKSDA Jatim mencapai Rp 13 miliar. (aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh