Pembangunan Infrastruktur Di Puncak Ijen Diprotes Butet Kertaradjasa

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Pembangunan Infrastruktur Di Puncak Ijen Diprotes Butet Kertaradjasa

Ardian Fanani - detikTravel
Kamis, 09 Nov 2017 19:05 WIB
Pembangunan Infrastruktur Di Puncak Ijen Diprotes Butet Kertaradjasa
Foto: (Ardian Fanani/detikTravel)
Banyuwangi - Pembangunan infrastruktur di puncak Ijen tak hanya diprotes oleh aktivis lingkungan di Banyuwangi. Seniman, Butet Kertaradjasa pun punya suara yang sama.

Butet Kertaradjasa yang sedang melakukan wisata di Banyuwangi, menyayangkan dengan pembangunan toilet, pendopo dan pagar keselamatan tepat di bibir kawah gunung setinggi 2443 meter diatas permukaan laut (mdpl) itu. Begini katanya...

"Pembangunan Ijen jangan sampai dinodai dengan elemen yg berpotensi merusak keaslian alam. Alam itu sudah karunia kepada kita. Jadi kita tinggal merawat dan menjaga betul betul. Karena daya tarik gunung itu ya dari ke-otentikan-nya, ujar Butet kepada detikTravel, Kamis (9/11/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, pembangunan pagar pembatas, toilet dan pendopo di puncak Ijen seharusnya disesuaikan dengan alam. Tidak menggunakan elemen-elemen material yang tak bisa menyatu dengan alam.

Beton-beton yang dibangun di sepanjang pinggir bibir kawah akan merusak keindahan Ijen. Dia mencontohkan untuk pembangunan pagar keselamatan wisatawan, alangkah baiknya jika menggunakan material kayu dan batu saja. Bukan beton yang akan menghilangkan kealamian Ijen.

"Sedangkan fasilitas pendopo dan toilet ya tidak harus disitu. Kan bisa dicarikan lokasi lain yang tidak mengganggu aspek pemandangan dan aspek landscape yang unik. Masih banyak cara membuat kebijakan safety dan higienitas disana," tambahnya.

Seharusnya, kata Butet, pembangunan infrastruktur publik di di Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen harusnya melibatkan pakar lingkungan, seniman visual dan para pengamat pariwista. "Kan banyak ahli kita itu. Kalau tidak melibatkan mereka ya sangat di sayangkan," pungkasnya.

BBKSDA Jatim sedang melakukan pembangunan infrastruktur publik di puncak Ijen dan areal parkir Paltuding. Untuk di Paltuding, BBKSDA juga melakukan pembangunan beberapa gedung. Ini sebagai penunjang fasilitas wisatawan, di antaranya Tourist Information Center (TIC), pembangunan musholla dan masih banyak lagi.

Anggaran yang dikucurkan pada pembangunan tahap awal ini senilai Rp 5 miliar. Sementara tahap kedua akan dilakukan pada tahun 2018. Sementara total anggaran rampung pengerjaan proyek BBKSDA Jatim mencapai Rp 13 miliar. (aff/aff)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads