Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 14 Nov 2017 12:10 WIB

TRAVEL NEWS

Ini Alasan Kenapa Bali Jadi Surga Para Digital Nomad

Johanes Randy Prakoso
Redaksi Travel
Ilustrasi Persawahan di Ubud, Bali (Thinkstock)
Ilustrasi Persawahan di Ubud, Bali (Thinkstock)
Jakarta - Pulau Dewata Bali dikenal sebagai salah satu destinasi menarik para Digital Nomad. Inilah alasannya.

Di era yang serba internet sekarang memang memudahkan traveler untuk bekerja jarak jauh atau online. Bahkan, sekarang tengah marak istilah Digital Nomad yang merujuk pada seseorang yang bekerja tanpa kantor atau berpindah-pindah. Internet pun menjadi cara mereka untuk tetap berkarya sambil liburan di destinasi impian mereka.

Di antara sekian banyak destinasi di dunia, ternyata Bali menjadi salah satu yang paling digandrungi oleh para Digital Nomad atau Travel Blogger. Pertengahan tahun 2016 lalu, situs asing Nomad List bahkan menyebut Ubud sebagai destinasi terbaik ketiga di dunia untuk para Digital Nomad. Sedangkan peringkat pertama diraih oleh Chiang Mai dan Bangkok di peringkat kedua, di mana keduanya ada di Thailand.

Mengetahui lebih jauh, detikTravel pun sempat berbincang dengan Ketua Asosiasi Penyelenggaraan Jasa Internet Indonesia, Jamalul Izza atau yang akrab disapa Jamal saat launching The Hotel Week Indonesia di ruangan Candi Mendut, Hotel Sahid, Jakarta, Senin (13/11/2017).

"Ada juga di kita yang namanya Digital Nomad, orang luar suka ke sini karena Indonesia serba murah. Kenapa orang suka ke Bali? Mereka sewa lalu kerja digital di Bali," ujar Jamal.

Ini Alasan Kenapa Bali Jadi Surga Para Digital NomadFoto: Ijoe/d'Traveler


Dijelaskan oleh Jamal, ada beberapa alasan mengapa Bali begitu disukai oleh para Digital Nomad. Keindahan alam budaya hingga kecepatan internet yang menunjang, adalah beberapa faktor yang menjadi alasannya.

"Bali itu dari segi infrastruktur susah cukup bagus, dari sisi budaya lalu price-nya. Di Bali saja kita punya sekitar 20 provider, jadi banyak pilihan," ujar Jamal.

Sedangkan dari faktor harga, Bali memang menawarkan value yang tinggi untuk harga yang sangat bersahabat. Di beberapa tempat di Bali bahkan menawarkan paketan akomodasi lengkap dengan fasilitas dan internet dengan harga bersahabat. Pada akhirnya, harga murah menjadi salah satu alasan utama yang mengundang para Digital Nomad datang ke Bali.

"Lalu harganya di Bali itu ada paket , kalau saya gak salah itu sebulan itu 4 juta sudah dapat apartemen kayak homestay gitu sebulan, motor, lalu dapat koneksi," terang Jamal.

Tidak terbatas pada akomodasi, sejumlah restoran dan pantai di Bali bahkan menawarkan paket menarik berupa internet hingga makan sarapan dan makan siang bagi para Digital Nomad. Tentunya dengan harga yang cukup terjangkau di kantong.

"Terus juga di pinggir pantai itu mereka ada paket, katakanlah sehari ada paket namanya 200 ribu, udah makan internet mereka surfing lalu kerja lagi," ujar Jamal.

Namun selain di Bali, Jamal juga mengatakan kalau tidak tertutup kemungkinan untuk membuat destinasi serupa di beberapa daerah lain di Indonesia. Ada beberapa destinasi dalam negeri yang cukup potensial untuk dijadikan hub bagi para Digital Nomad.

"Daerah lain yang bisa dijadikan hampir sama dengan Bali banyak, Lombok, Belitung juga kita lihat, lalu di Sumatera ada Lampung, daerah Lampung pesisir pantai ya. Lalu ada juga Aceh Sabangnya. Bisa dibuat seperti di Bali sangat bisa, untuk Digital Nomad ya," terang Jamal.

Hanya tidak semudah membalikkan tangan, ada banyak tantangan yang harus dihadapi untuk menjadikan sebuah destinasi ramah Digital Nomad. Diakui oleh Jamal, ketersediaan internet hingga masih kurangnya infrastruktur penunjang di destinasi dalam negeri masih menjadi momok.

"Namun PR kita memang bagaimana kondisi internetnya sampai di sana. Karena Digital Nomad mereka concernnya dengan kecepatan internet. Karena mereka harus video conference, mereka harus kirim data semuanya, mereka sangat concern. Mereka gak concern dengan kondisi homestay atau apa karena mereka jarang tidur," ujar Jamal.

Indonesia bagian Timur pun menjadi salah satu yang disebut oleh Jamal. Dengan keindahan alamnya yang luar biasa dan tidak kalah dengan Bali, Indonesia bagian Timur sangat potensial untuk dijadikan seperti Pulau Dewata. Hanya saja infrastruktur kembali jadi tantangan. Di Labuan Bajo misalnya, sinyal hanya ada dari pagi sampai sore mengikuti nyala mati listrik. Itulah realita yang ada di lapangan. (rdy/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED

Foto: Melihat Liburannya 'Superman'

Selasa, 21 Nov 2017 23:44 WIB

Henry Cavill, pemeran Superman ternyata suka traveling. Di sela kesibukannya main film, dia menyempatkan berkunjung ke beberapa negara. Begini gayanya.