Malam Ini, Candi Borobudur Mulai Disinari Lampu Oranye

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Malam Ini, Candi Borobudur Mulai Disinari Lampu Oranye

Pertiwi - detikTravel
Sabtu, 09 Des 2017 20:55 WIB
Malam Ini, Candi Borobudur Mulai Disinari Lampu Oranye
Candi Borobudur Mulai Disinari Lampu Oranye (Pertiwi/detikTravel)
Magelang - Candi Borobudur turut ambil bagian pada peringatan Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Perempuan malam ini. Candi peninggalan warisan budaya dunia itu disinari lampu warna oranye selama 6 jam, mulai pukul 18.00-24.00 WIB.

"Ini adalah tahun kedua PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko ikut berpartisipasi dalam mendukung Hari Anti Kekerasan Terhadap Anak Perempuan dan Perempuan," jelas Kepala Divisi Pengelolaan Kawasan dan Kemitraan PT TWCB, Irwan Suryanto, kepada detikTravel di Candi Borobudur, Sabtu (9/12/2017).

Irwan mengatakan, penyalaan lampu oranye yang menyinari Candi Borobudur bekerjasama dengan UN Women dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penyalaan lampu ini juga merupakan wujud kepedulian dalam upaya penghapusan kekerasan terhadap anak perempuan dan perempuan. Borobudur dengan warna oranye diharapkan mampu menginspirasi dunia untuk mendukung kegiatan ini," ungkap Irwan.

Warna oranye sendiri, menurutnya, melambangkan sifat optimis yang mampu memberikan harapan ke depan.

"Penyalaan lampu ini dilakukan secara tertutup, hanya melibatkan pihak PT TWCB dan UN Women, karena ini hanya wujud partisipasi saja," katanya.

Sementara itu, Programme Specialist UN Women Indonesia, Lily Puspasari mengatakan, penyalaan lampu 'Orange The World' ini merupakan bentuk kampanye global Sekretaris Jenderal PBB dalam rangka 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan.

"Selama 16 hari, berbagai bangunan ikonik di berbagai belahan dunia diterangi lampu warna oranye. Salah satunya Candi Borobudur," ungkap Lily.

Dia menambahkan, kampanye 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan berlangsung setiap tanggal 25 November hingga 10 Desember.

Kampanye ini, kata Lily, bertujuan untuk meningkatkan perhatian publik dan bentuk solidaritas bagi korban kekerasan berbasis gender.

"Tema kampanye tahun ini Leave No One Behind, menekankan pada komitmen untuk sebuah dunia yang bebas kekerasan terhadap anak perempuan dan perempuan, termasuk menjangkau yang termarjinalkan," tandasnya. (bnl/krn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads