Sungguh Miris, Ini yang Dilakukan Pemburu Sloth di Peru

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Sungguh Miris, Ini yang Dilakukan Pemburu Sloth di Peru

Wahyu Setyo Widodo - detikTravel
Senin, 18 Des 2017 12:10 WIB
Sungguh Miris, Ini yang Dilakukan Pemburu Sloth di Peru
Pemburu sloth di Peru (dok World Animal Protection)
Iquitos - Sloth adalah hewan yang lucu dan gemas. Tapi sayang, perburuan liar mengancam eksistensi hewan ini. Yang dilakukan para pemburu sloth sungguh bikin miris.

Sloth atau nama ilmiahnya Bradypus Variegatus, adalah hewan arboreal yang hidup di sepanjang kawasan Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Gerak-gerik sloth kerap mengundang gelak tawa, karena seperti gerakan 'slow motion'.

Namun sayang, hewan ini kerap diburu untuk dijual sebagai hewan peliharaan. Padahal aslinya, hewan ini sudah damai hidup liar di hutan. Aksi para pemburu saat menangkap sloth ternyata sungguh keji.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baru-baru ini, organisasi World Animal Protection merilis sebuah video yang menampilkan aksi para pemburu saat berburu sloth. Video berdurasi 1 menit ini diunggah di Youtube dan mengundang berbagai macam reaksi dari traveler.

Dilihat detikTravel, Sabtu (16/12/2017), video yang sudah ditonton hingga 23 ribu kali itu menampilkan aksi 3 orang pemburu sloth. 2 Orang tampak membawa parang, sedangkan temannya yang satu lagi terlihat memanggul gergaji mesin. 3 Pemburu tadi wajahnya sudah disamarkan.

Setelah menemukan pohon tempat tinggal sloth, tanpa ampun pria berkaos dalam putih langsung mengayunkan parang untuk menebang pohon setinggi 30 meter tersebut. Sementara itu, sloth yang berada di pucuk pohon terlihat memegangi pohon yang sedang ditebang para pemburu.

Tak berapa lama, pohon itu pun tumbang. Pria berbaju hitam langsung menyeret dan mengambil sloth dari rimbunan pohon tadi. 2 Orang pemburu ini bahkan sempat 'main-main' dengan sloth yang ditangkapnya, sebelum memasukkannya ke karung berwarna hitam. Video berakhir saat sloth dibawa para pemburu naik kapal dan dijual ke pasar.

Potongan adegan demi adegan perburuan sloth tadi sungguh bikin miris. Video investigasi ini diketahui dibuat World Animal Protection di Iquitos, sekitar 1,5 jam perjalanan naik pesawat dari Lima, ibu kota Peru.

Dalam investigasinya, World Animal Protection menyebut sloth ini dijual hanya seharga US$ 13 atau jika dirupiahkan sebesar Rp 175 ribu saja. Sangat tidak sebanding dengan penderitaan yang dirasakan oleh si sloth. Diambil paksa dari rumahnya hanya demi kepuasan segelintir orang rakus saja.

World Animal Protection merilis video ini karena khawatir dengan meningkatnya tren selfie bersama hewan liar di sosial media. Data dari Instagram menyebut, terjadi kenaikan sebesar 292% sepanjang tahun 2014 sampai 2017 terkait traveler yang berfoto dengan hewan-hewan liar.

Persentase kenaikan sebesar 292% itu tentu angka yang sangat fantastis. Steve McIvor, CEO World Animal Protection pun menyebut fenomena ini sebagai sesuatu hal yang menyedihkan.

"Potongan video ini memang sangat menyedihkan. Kami tahu hewan-hewan ini dicuri dari hutan hanya untuk properti foto para turis. Mereka disimpan di kandang yang kotor, sempit, dan sering diumpani oleh makanan sehingga membuat mereka trauma psikologis," kata Steve.

"Industri ini dimotori oleh turis, yang mana mengaku cinta terhadap satwa-satwa liar. Mereka tidak sadar, perlakuan buruk dan menjijikkan harus dialami oleh para hewan ini hanya demi foto 'spesial' mereka," imbuh Steve.

Video ini tentu jadi pelajaran berharga bagi traveler agar menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab ketika berwisata. World Animal Protection pun memberikan beberapa pesan untuk traveler:

Jangan selfie dengan hewan liar kalau hewan tersebut dirantai, diberi umpan makanan, atau kalau hewan tersebut bisa melukaimu. Traveler boleh saja selfie dengan hewan liar asal jaraknya aman, hewan tersebut bebas bergerak dan tidak dikandangi, serta hewan tersebut berada di rumah alaminya.

kode embed video: (rdy/rdy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads