Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 21 Des 2017 15:20 WIB

TRAVEL NEWS

Apa Hubungannya Gunung Fuji dan Gunung Merapi?

Edzan Raharjo
Redaksi Travel
Foto: MoU antara DIY dan Yamanashi, Jepang (Edzan Raharjo/detikTravel)
Foto: MoU antara DIY dan Yamanashi, Jepang (Edzan Raharjo/detikTravel)
Yogyakarta - Gunung Merapi disebut mirip dengan Gunung Fuji di Jepang. Untuk mengembangkan pariwisata keduanya, Prefektur Yamanashi dan DI Yogyakarta pun menjalin kerjasama.

Gunung Merapi di DIY disebut mirip dengan Gunung Fuji di Yamanashi, Jepang. Hal itu diungkapkan oleh Gubernur Prefektur Yamanashi, Hitoshi Goto, saat bertemu dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Yamanashi dikenal dengan wisata Gunung Fuji. Banyaknya kunjungan wisata telah menghidupkan perekonomian masyarakat. Gunung Fuji sampai saat ini masih aktif sama halnya dengan gunung Merapi di Yogyakarta.

"Bentuk Gunung Fuji dengan Gunung Merapi itu mirip. Kalau gunung Merapi terakhir meletus 7 tahun yang lalu. Kalau Gunung Fuji terakhir meletus 300 tahun yang lalu, tapi dua-duanya masih aktif," kata Hitoshi Goto dari penerjemahnya, usai MoU antara DIY dan Yamanashi, Jepang di Kantor Gubernur DIY, Jalan Malioboro, Yogyakarta, Kamis (21/12/2017).

Jumlah penduduk Yamanashi lebih sedikit, kurang lebih 830 ribu. Tetapi jumlah wisatawannya cukup tinggi karena adanya Gunung Fuji. Wisatawan yang menginap dalam satu tahun jumlahnya mencapai 3,2 juta. Sementara yang pulang pergi lebih dari 5 juta orang.

"Dari angka itu, satu juta empat ratus adalah turis asing. Kami ingin berbagi dengan Yogya mengenai hal seperti itu," katanya.

Selain pariwisata, kerjasama juga dijalin di bidang pendidikan, kebudayaan dan pertanian. Di bidang pendidikan pihaknya akan berupaya ada kerjasama perguruan tinggi di Yamanashi dan Yogyakarta.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan bahwa tenaga ahli dari Yamanashi sudah datang untuk kerjasama di sektor peternakan, perikanan dan pertanian. Mereka sudah mulai melakukan identifikasi di lereng Merapi dan Kulonprogo untuk melihat potensi tanah yang bisa ditanami anggur atau strawberry.

"Seperti anggur di Yamanashi bisa dikembangkan di lereng Merapi, biarpun lahan agak terbatas tapi potensi itu ada," kata Sultan HB X. (krn/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED