RI Menang 24 Awards dan Kalahkan Malaysia, Tapi Target Wisman Meleset

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

RI Menang 24 Awards dan Kalahkan Malaysia, Tapi Target Wisman Meleset

Bona - detikTravel
Jumat, 22 Des 2017 07:25 WIB
RI Menang 24 Awards dan Kalahkan Malaysia, Tapi Target Wisman Meleset
Menteri Arief Yahya (Melissa Bonauli/detikTravel)
Jakarta - Pariwisata Indonesia tahun ini ada sisi naik dan turun. Indonesia menang 24 penghargaan dunia, mengalahkan Malaysia, tapi target wisman meleset karena Gunung Agung.

Indonesia masuk Top 20 Fastest Growing Travel Destination. Menpar Arief Yahya mengatakan Indonesia itu ibarat The Dancing Giant. Pariwisata ini terbesar dan tumbuhnya tercepat di antara sektor lainnya.

"Petumbuhan global market Indonesia 24 persen, di ASEAN 7 persen, dan di dunia 6,4 persen. Indonesia bisa mengalahkan Malaysia namun belum bisa mengalahkan Vietnam," jelas Menpar Arief Yahya dalam jumpa pers akhir tahun 2017, di Gedung Sapta Pesona, Kemenpar, Jakarta, Kamis (21/12/2017)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menpar memaparkan kekalahan Indonesia itu karena Vietnam bergerak sedemikian cepat dengan melakukan deregulasi besar-besaran. Sedangkan bangsa ini suka mengikat dirinya dengan birokrasi.

"Tahun ini Indonesia memenangkan 24 penghargaan pariwisata. Pariwisata memberikan devisa tertinggi setelah CPO. Bahkan migas pun berada di urutan ketiga, di bawah pariwisata," tutur Menpar.

Lalu bagaimana dengan pencapaian target di tahun 2017?

"Tahun ini tidak tercapai target. Sampai September tercapai sampai 10 juta. Oktober pun masih tercapai di angka 11 juta. Kalau bulanannya november sudah tidak tercapai. Karena bali. Dari target 13 juta hanya tercapai 12 juta. Di bulan Desember, target wisatawan 15 juta. Namun hanya mencapai 14 juta," papar Arief Yahya.

Tidak tercapainya target dirasakan ketika Gunung Agung mulai Erupsi. Penutupan bandara semakin membuat turis panik untuk datang ke Indonesia.

"Bali sendiri itu kira-kira kehilangan 1 juta. Dari yang direct maupun indirect impactnya besar. Bali itu mewakili Indonesia. Impact psikologisnya menurunkan daerah lain," jelas Menpar. (bnl/bnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads