Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 08 Feb 2018 07:55 WIB

TRAVEL NEWS

Fakta Unik Soal Sejarah Perayaan Imlek

Johanes Randy Prakoso
Redaksi Travel
Foto: Tahun Baru Imlek di New York (Andrew Burton/AFP)
Foto: Tahun Baru Imlek di New York (Andrew Burton/AFP)

FOKUS BERITA

Wisata Meriah Imlek
Jakarta - Tahun Baru Imlek segera tiba pekan depan, mungkin ada di antara traveler yang ingin merasakan kemeriahannya. Namun sebelum itu, ketahui dulu fakta sejarahnya.

Tepat Jumat pekan depan atau 16 Februari 2018, masyarakat Tionghoa akan merayakan Tahun Baru China atau yang lebih populer disebut Tahun Baru Imlek.

Dikumpulkan detikTravel dari berbagai sumber, Kamis (8/2/2018), di negara asalnya Tahun Baru China juga dimaknai sebagai awal Perayaan Musim Semi seperti diberitakan situs Travel China Guide. Inilah fakta unik seputar sejarah perayaan Imlek:

1. Sudah 3.800 tahun

Sejarahnya, tradisi Perayaan Musim Semi atau Imlek berumur 3.800 tahun di China. Tepatnya pada zaman Dinasty Shang (abad ke-17 SM). Jejaknya pun bisa ditelusuri dari tradisi penyembahan dewa dewi melalui kurban dalam wujud makanan, pakaian dan hasil panen sebagai bentuk syukur.

Namun sejak zaman Pemerintahan Kaisar Wudi saat Dinasti Han (202 SM- 220 M), penetapan Tahun Baru Imlek mulai diluruskan mengikuti kalender China. Dimana dalam prakteknya menjadi rujukan hingga kini.

2. Awalnya perayaan mulai bertani

Awal perayaan Imlek berasal dari masyarakat agraris di China zaman dahulu. Musim semi adalah awal untuk mulai bertani, setelah musim dingin berlalu. Setiap bertemu musim semi, hal itu ditandai sebagai satu putaran tahun.

Di awal musim semi itulah mereka berdoa untuk tahun yang lebih sejahtera dan panen berlimpah. Kemudian ditambah lagi berdoa untuk Dewa Dapur, Dewa Kemakmuran dan seterusnya.

3. Tanggalnya berubah tiap tahun

Dalam prakteknya, masyarakat Tionghoa tetap merayakan awal Tahun Baru sesuai dengan kalender Masehi. Karena merujuk pada Kalender China yang mengikuti pergerakan bulan, jatuhnya Tahun Baru Imlek tidak pernah tetap. Namun umumnya, Tahun Baru Imlek jatuh di hari antara pertengahan Januari atau Februari.

4. Menandai shio baru

Tahun Baru Imlek sekaligus menandai dimulainya shio baru dari 12 shio yang ada. Untuk tahun 2018, shio yang akan datang adalah anjing. Lebih detilnya adalah shio anjing tanah.

5. Perayaan berlangsung 15 hari

Umumnya perayaan Tahun Baru Imlek selalu berlangsung 15 hari dan berakhir pada momen perayaan Cap Go Meh atau Festival Lentera di negara asalnya. Di Indonesia, Cap Go Meh juga menandai berakhirnya Imlek.

6. Sempat dilarang di China

Percaya atau tidak, perayaan Imlek sempat dilarang di China. Pada tahun 1912, ketika Republik China berdiri, namanya diganti jadi Festival Musim Semi dan tahun barunya mengikuti kalender Masehi. Banyak kaum intelektual kurang setuju.

Saat Partai Komunis China berkuasa tahun 1949, Imlek malah sempat dilarang sama sekali. Imlek dinilai berbau feodal dan berlandaskan agama, tidak cocok dengan semangat komunis yang atheis. Namun pelarangan itu hanya terjadi beberapa tahun saja.

7. Dirayakan di seluruh dunia

Tahun Baru Imlek selalu menjadi ajang perayaan terbesar bagi etnis Tionghoa, tidak hanya di negara asalnya tapi juga di seluruh dunia.

Sejumlah negara dengan etnis Tionghoa seperti Taiwan, Vietnam, Singapura dan sejumlah kota dunia yang memiliki Pecinan tidak akan ketinggalan untuk merayakannya.

8. Momen libur panjang

Bagi masyarakat China, momen Tahun Baru Imlek juga sekaligus jadi waktu libur panjang. Umumnya pekerja di China akan mendapat 7-12 hari libur. Sedangkan bagi pelajar, biasanya akan mendapat libur hingga 1 bulan.

Momen itu pun dimanfaatkan oleh mayoritas masyarakat China untuk pulang kampung ke daerah asal dan merayakan bareng keluarga. Persis seperti musim mudik Lebaran kalau di Indonesia.

(REUTERS/Getty Images)(REUTERS/Getty Images)

9. Pesta kembang api

Tahun Baru Imlek juga ditandai dengan pesta kembang api. Di China, pertunjukan pesta kembang api terbesar dapat disaksikan saat Tahun Baru Imlek.

10. Serba merah

Momen Tahun Baru Imlek juga akan ditandai dengan warna merah yang hadir dalam berbagai wujud. Contohnya warna lentera, kertas, pakaian hingga lampu jalan, semuanya serba merah.

Dalam budaya China, warna merah diidentikkan sebagai simbol kebahagiaan, kesehatan dan kemakmuran. Warna merah juga dipercaya dapat menangkal roh jahat dan mendatangkan keberuntungan.

(Hasan Alhabshy/detikTravel)(Hasan Alhabshy/detikTravel)

11. Barongsai singa

Fakta terakhir lainnya adalah kehadiran barongsai yang identik dengan wujud singa dengan tubuh bersisik layaknya naga dengan warna-warni mencolok. Kenapa barongsai bentuknya singa?

Menurut kepercayaan orang China kuno, tarian barongsai menjadi cara untuk mengusir setan dan roh jahat. Di mana sebelumnya barongsai telah diberkati lebih dulu di Kelenteng.

Secara harafiah, barongsai adalah perwujudan dari Nian yang disebut sebagai monster berbentuk singa. Dalam bahasa Mandarin, Nian juga memiliki arti tahun.

Barongsai singa adalah perwujudan dari tahun yang akan berlalu. Oleh sebab itu, mayoritas etnis Tionghoa menyebut kata Guo Nian yang memiliki arti melewati tahun atau selamat tahun baru.

Itulah sejarah dan beberapa fakta menarik tentang Tahun Baru Imlek. Selamat merayakan Tahun Baru Imlek bagi saudara beretnis Tionghoa, dan selamat memeriahkan bagi traveler yang ingin melihat kemeriahannya pekan depan. Guo Nian Hao! (rdy/fay)

FOKUS BERITA

Wisata Meriah Imlek
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED