Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 08 Feb 2018 08:50 WIB

TRAVEL NEWS

Aneka Tradisi Saat Imlek: Dari Kue Keranjang Sampai Bagi Angpao

Wahyu Setyo Widodo
Redaksi Travel
Foto: Ilustrasi Imlek (Thinkstock)
Foto: Ilustrasi Imlek (Thinkstock)

FOKUS BERITA

Wisata Meriah Imlek
Jakarta - Perayaan Imlek tak bisa dilepaskan dari tradisi-tradisi. Bagi-bagi angpao sampai makan kue keranjang, ada maknanya lho. Traveler mesti tahu nih.

Hari raya Imlek pasti disambut meriah oleh orang Tionghoa di berbagai negara. Masing-masing daerah pasti punya tradisi tersendiri yang berbeda dalam merayakan Imlek.

Dihimpun detikTravel, Kamis (8/2/2018), inilah beberapa tradisi tersebut:

1. Mudik dan reuni keluarga

Momen Imlek adalah saat bagi keluarga yang terpisah jauh untuk kembali pulang dan reuni bersama saudaranya. Saat sudah berkumpul, biasanya akan diadakan makan malam bersama untuk menyambut Imlek. Makan malam ini wajib hukumnya.

Sebelumnya, para anggota keluarga wajib untuk bersih-bersih rumah, demi menyambut tahun yang baru. Belanja perlengkapan yang dibutuhkan untuk Imlek biasanya juga dilakukan bersama dengan keluarga.

2. Memasang dekorasi Imlek

Apalah artinya Imlek tanpa dekorasi serba emas dan merah menyala. Warna merah dipercaya sebagai pembawa keberuntungan, sementara emas lambang kekayaan.

Hiasan kertas juga dipasang pada pintu rumah. Ini dipercaya bisa menangkal energi negatif masuk ke dalam, sekaligus untuk keberkahan, kedamaian dan juga kesehatan.

3. Bagi-bagi angpao

Dalam momen kumpul keluarga ini, biasanya akan diadakan juga acara bagi-bagi angpao. Angpao adalah amplop merah kecil berisi sejumlah uang yang dibagi-bagikan untuk anggota keluarga yang belum menikah.

Biasanya yang memberikan angpao ini adalah orang yang sudah bekerja dan usianya lebih tua. Angpao diberikan dengan maksud bagi-bagi rezeki, agar makin beruntung di tahun yang akan datang.

4. Kembang api

Merayakan Imlek, tidak lepas dari kembang api. Kembang api biasanya dinyalakan pada malam saat pergantian tahun untuk mengusir keburukan. Makin kencang bunyi kembang apinya, dipercaya akan makin beruntung tahun depan.

Selain itu, ada juga tradisi memberi persembahan kepada leluhur. Ini untuk menghormati jasa-jasa leluhur, sekaligus membuat mereka mendapatkan perlindungan dan kemakmuran.

5. Silaturahmi

Hampir mirip seperti Lebaran, saat Imlek juga ada tradisi silaturahmi yang dilakukan oleh keluarga besar. Ini biasanya dilakukan pada hari ketiga sampai hari ketujuh.

Pada hari kedelapan, biasanya orang-orang akan kembali masuk kerja. Itu karena angka 8 dipercaya sebagai angka keberuntungan.

6. Makan kue keranjang

Rangkaian perayaan Imlek biasanya ditutup 15 hari kemudian dengan Cap Go Meh atau Festival Lampion yang menandai berakhirnya perayaan Festival Musim Semi. Orang-orang menerbangkan lampion, menyalakan kembang api serta makan kue keranjang.

Makan kue keranjang yang manis memiliki makna agar tahun mendatang diisi oleh hal yang manis-manis. Selain itu, makan kue ini bisa menambah keberuntungan. Di setiap tempat bentuk perayaan Cap Go Meh berbeda-beda. (wsw/fay)

FOKUS BERITA

Wisata Meriah Imlek
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED