Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 25 Mar 2018 12:50 WIB

TRAVEL NEWS

Perokok Wajib Perhatikan Ini, Biar Nggak Diusir dari Pesawat

Muhammad Idris
detikTravel
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Merokok saat hendak ke pesawat, apalagi di dalam kabin, sungguhlah membahayakan. Perokok yang bepergian naik pesawat sebaiknya perhatikan larangan merokoknya.

Bagi pecandu rokok, mungkin akan terlihat 'rempong' saat di bandara. Sejam dua jam tak menyeruput asap rokok saja, mulut sudah terasa tak enak. Merokok memang jadi hak asasi, namun bukan berarti bisa merokok seenaknya.

Jika ingin bepergian menggunakan pesawat udara, perlu memperhatikan aturan larangan merokoknya. Salah-salah, penumpang bisa dikeluarkan dari pesawat karena masalah ngebul sembarangan.

"Jadi begitu masuki air site, wilayah yang dipagari di bandara, terus tempat orang mau boarding, mau naik ke garbarata, itu sama sekali nggak boleh orang merokok, itu mengancam penerbangan," kata Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Udara, Agus Santoso, kepada detikcom di kantornya, Jakarta, beberapa waktu lalu.


Menurutnya, penumpang yang kedapatan melanggar aturan merokok bisa diusir dari penerbangan. Di bandara, tempat merokok sudah disediakan secara khusus.

"Bisa diusir, kalau mau naik tangga (pesawat) itu kan bersebelahan dengan tempat avtur. Memang harus dibegitukan. Itu daerah steril, orang yang bekerja sehari-hari di situ juga tak boleh merokok," ujar Agus.

Dia menjelaskan, kewenangan mengatur perokok di bandara adalah operator. Sementara di dalam pesawat, pilot bisa mengambil tindakan mengeluarkan penumpang yang dianggap membahayakan keselamatan penerbangan.

"Kalau kewenangan tertinggi di dalam pesawat itu pilot. Kalau di lingkungan bandara ada otoritas BUBU (Badan Usaha Bandara Udara). Itu ada right untuk tertibkan regulasi, jadi orang yang sebabkan obstacle masuk tanpa izin atau ancaman. Rokok itu ancaman, ada sanksinya dalam UU, itu ada," pungkas Agus.

Sebelumnya, kasus diusirnya penumpang dari pesawat karena kedapatan merokok pernah terjadi beberapa waktu lalu di salah satu maskapai. Saat itu, penumpang merokok bersamaan saat pesawat sedang mengisi avtur, dan posisi Iwan dekat dengan mesin pesawat terbang. Kondisi ini, dianggap sangat mengancam dan membahayakan penerbangan, khususnya keselamatan dan keamanan penerbangan.

Dalam video yang beredar, penumpang dengan kode penerbangan QG 156 dengan rute Bandara Internasional Halim Perdanakusuma-Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai itu, terpaksa diusir paksa keluar pesawat oleh petugas Avsec bandara dan Propam TNI AU.

Aksi penumpang yang duduk di kursi 12 itu terekam video oleh seorang turis asing. Dalam video tersebut terlihat penumpang sempat ngotot dan berdebat dengan petugas karena tidak mau diturunkan. (idr/krn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA