Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 29 Mar 2018 09:50 WIB

TRAVEL NEWS

2 Eks Menteri Promosi Wisata Indonesia di Jepang Sambil Naik Sepeda

Fitraya Ramadhanny
detikTravel
Foto: Pesepeda Indonesia di Wakayama Cycling Fiesta (dok Istimewa)
Foto: Pesepeda Indonesia di Wakayama Cycling Fiesta (dok Istimewa)
Jakarta - Wakayama Cycling Fiesta adalah event sport tourism di Jepang. Ajang ini dimanfaatkan untuk promosi wisata oleh 2 mantan menteri & 50 pesepeda Indonesia.

Dalam rilis kepada detikTravel, Kamis (29/3/2018) sebanyak 50 pesepeda Indonesia berpartisipasi di Wakayama, Jepang dalam acara tahunan Wakayama Cycling Fiesta, Minggu 25 Maret 2018. Di antara mereka ada mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin dan mantan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel.

Turut serta juga aktor Leroy Osmani, aktris Christine Hakim, Marcella Zalianty dan Ira Wibowo. Namun sayang, menjelang start Rachmat Gobel harus kembali ke Tanah Air.
2 Eks Menteri Promosi Wisata Indonesia di Jepang Sambil Naik SepedaPara selebriti Indonesia ikut serta (Istimewa)


Menurut Saleh Husin, kesempatan itu sekaligus menjadi rangkaian peringatan 60 tahun persahabatan Indonesia-Jepang. Tahun lalu, para pesepeda Indonesia juga meramaikan acara serupa.

Gowes bareng ini juga diikuti oleh Gubernur Wakayama, anggota parlemen Jepang, beberapa walikota tetangga Wakayama, pengusaha dan ratusan pesepeda dari berbagai kota di Jepang . Kesempatan itu juga dimanfaatkan sebagai ajang promosi obyek wisata Indonesia kepada masyarakat Jepang.

"Sebelum berangkat, seperti tahun lalu, saya menelepon Menteri Pariwisata, Pak Arief Yahya. Kita berkoordinasi dan sekaligus minta dibuatkan jersey dengan tema obyek wisata," kata Saleh.

Para peserta kemudian mendapat jersey 'Wonderful Indonesia' lengkap dengan gambar Pulau Komodo dan Danau Toba. Tahun 2017, para pesepeda mengenakan jersey bertema Raja Empat dan Candi Borobudur.

2 Eks Menteri Promosi Wisata Indonesia di Jepang Sambil Naik SepedaJersey Wonderful Indonesia (Istimewa)

Menurut Saleh, pasar wisata Indonesia di Jepang diyakininya akan terus menarik. Selain cuaca tropis yang lebih hangat daripada Jepang, kekayaan wisata alam dan budaya, daya pikat Indonesia lainnya adalah waktu tempuh penerbangan yang hanya 6-7 jam.

"Meskipun sepertinya hal teknis, itu perlu juga kita sampaikan ke mereka. Kita buat mereka membayangkan, hanya perlu duduk di pesawat setengah hari atau satu malam, esok paginya sudah bisa menikmati wisata Indonesia," ujarnya berbagi strategi promosi.

Lebih lanjut, diakuinya bahwa acara gowes ini sekaligus sebagai promosi wisata dan membuka peluang bisnis. "Tentunya sudah menjadi tugas yang telah melekat dalam diri saya dan Pak Rachmat Gobel apalagi pernah di kabinet , termasuk rekan-rekan semua untuk memacu promosi pariwisata Indonesia di setiap kesempatan," kata Saleh yang kini menjadi Managing Director Sinar Mas .

Dalam beberapa kesempatan, Saleh Husin juga terus menjalin komunikasi dan berbagi informasi tentang industri dan produk ekspor unggulan. Di antaranya kepada para diplomat serta duta besar Indonesia yang ditugaskan ke berbagai negara.

Sedangkan Rachmat Gobel dikenal sebagai pengusaha yang banyak berperan dalam membangun kerja sama investasi dan industri Indonesia-Jepang. Oleh Presiden Joko Widodo, Rachmat Gobel ditunjuk sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Jepang.

2 Eks Menteri Promosi Wisata Indonesia di Jepang Sambil Naik SepedaGowes sepeda di Jepang sambil promosi wisata Indonesia (Istimewa)

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengucapkan terima kasih atas prakarsa dan inisiatif mempromosikan Wonderful Indonesia bersamaan dengan mengejar investasi dan perdagangan.

"Inilah yang disebut Indonesia Incorporated! Saling support untuk membangun Indonesian menjadi lebih baik. Terima kasih Pak Saleh dan Pak Rahmat Gobel, salam Wonderful Indonesia," kata Menteri Arief Yahya.

Jepang, kata Arief Yahya, adalah lima besar negeri asal wisman yang masuk ke Tanah Air. Jepang terus naik, meskipun angka persentasenya masih harus didongkrak. Jepang masih di bawah China, Singapura, Australia, Malaysia.

"Jepang itu tergolong jarak medium, sekitar 7 jam ke Indonesia, jadi sebenarnya masih ideal untuk wisman. Jepang juga punya sejarah kuat dengan Indonesia, itu semua menjadi faktor penguat potensi wisman dari Jepang," kata Arief.

Terkait acara gowes bareng Wakayama Tour, terdapat pilihan jarak rute yaitu 8 km, 63 km dan 151 km. Peserta dari Indonesia mengambil pilihan rute yg kedua .

"Sebagai gambaran, jarak 63 kilometer itu setara dari Monas hingga Kebun Raya Bogor atau dari Yogya ke Solo. Jarak sejauh itu, kami perhitungkan sesuai dengan agenda kami untuk sekaligus berdiskusi dengan pebisnis dan masyarakat Jepang," pungkas Saleh.

(fay/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED