Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 04 Apr 2018 09:50 WIB

TRAVEL NEWS

Riset: 99% Turis Indonesia Selalu Online Saat Liburan

Fitraya Ramadhanny
detikTravel
Ilustrasi (Thinkstock)
Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Salah satu tingkah laku turis Indonesia adalah tak bisa lepas dari gadget. Hasil risetnya menunjukan, cuma 1 persen turis Indonesia yang sanggup offline.

Hal ini terungkap dari riset wisata oleh Amadeus 'Journey of Me Insights' yang meneliti sifat dan perilaku turis di Asia Pasifik. Riset ini memakai responden 6.870 orang di 14 negara Asia Pasifik yang pergi terbang naik pesawat dalam 12 bulan terakhir.

Ini termasuk 500 responden dari indonesia. Sehingga, dapat dibaca pula informasi mengenai tingkah laku turis Indonesia. Seperti dilihat detikTravel, Selasa (3/4/2018) ada pertanyaan kenapa mereka selalu online saat liburan.

Responden boleh memilih banyak jawaban sehingga bisa terlihat preferensi mereka. Ternyata jawaban paling banyak yaitu 57 persen untuk membuka peta di ponsel. Kemudian 55 persen mencari informasi kegiatan di destinasi.

Nah baru deh 54 persen berbagi foto liburan. Ada juga 51 persen yang ingin memberi tahu keluarga kalau mereka baik-baik saja. Peta, info wisata, sharing foto dan mengabari keluarga, itulah 4 alasan utama turis Indonesia selalu online.

Kemudian ada 43 persen turis Indonesia yang tetap mengurusi pekerjaan lewat ponsel dan 42 persen baca-baca berita dan update informasi umum. Ada 34 persen yang berniat cari teman baru di destinasi lewat aplikasi, 33 persen berniat memakai aplikasi kendaraan online atau pesan makanan.

Paling sedikit 30 persen turis butuh untuk menerjemahkan bahasa. Cuma 1 persen turis Indonesia yang mengaku lepas dari gadget dan tidak memilih satupun pilihan jawaban dalam survei. Wow, artinya 99 persen turis Indonesia selalu online!

Alasan ini tidak jauh beda dengan jawaban turis dari 14 negara Asia Pasifik. Untuk kebutuhan peta (55%), sharing foto (54%), mengabari keluarga (51%) dan info wisata (49%) tetap jadi alasan utama turis di Asia Pasifik untuk online.

Update berita ada 43 persen. Kebutuhan menerjemahkan bahasa lebih tinggi daripada turis Indonesia yaitu 35 persen. Diikuti pesan makanan atau kendaraan online (34%). Mereka lebih sedikit mengurusi pekerjaan saat liburan (32%) dibanding turis Indonesia.

Lebih sedikit lagi yang berniat cari teman di destinasi lewat aplikasi pertemanan (28%) dibanding turis Indonesia. Serta hanya 2 persen yang mengaku bisa benar-benar offline. (rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED