Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 12 Apr 2018 09:50 WIB

TRAVEL NEWS

Mulai Januari 2019, Turis yang Tinggalkan Jepang Harus Bayar Pajak

Johanes Randy Prakoso
Redaksi Travel
Ilustrasi Bandara Jepang (Rengga Sancaya)
Ilustrasi Bandara Jepang (Rengga Sancaya)
Jakarta - Terhitung Januari 2019, pemerintah Jepang akan segera menerapkan pajak atau biaya tambahan bagi turis yang meninggalkan Jepang. Ini alasannya.

Dikumpulkan detikTravel dari berbagai sumber, Kamis (12/4/2018), rencana itu dikeluarkan oleh Parlemen Jepang pada Rabu kemarin (11/4) dalam bentuk 'Sayonara Tax' atau pajak keberangkatan seperti diberitakan Straits Times.

Parlemen Jepang akan menerapkan pajak atau biaya tambahan senilai 1.000 Yen (Rp 128 ribu) bagi traveler yang pergi meninggalkan Jepang lewat jalur udara mau pun laut.

Peraturan baru itu akan berlaku terhitung dari 7 Januari 2019 untuk warga negara asing mau pun Jepang tanpa terkecuali. Hanya saja, pajak tambahan itu tidak berlaku bagi balita di bawah umur 2 tahun dan penumpang transit di bawah 24 jam.


Sebelumnya, pemda Tokyo dan Osaka juga mengenakan biaya tambahan antara 100 hingga 300 Yen per malam bagi traveler yang menginap di Tokyo dan Osaka.

Jepang pun bukan menjadi negara pertama yang menerapkan pajak keberangkatan itu. Negara seperti Amerika Serikat, Australia dan Korea Selatan sudah lebih dulu melakukannya.

Mendapati aturan baru tersebut, sejumlah maskapai hingga operator tur akan membuat sejumlah penyesuaian bagi para pelanggannya. Salah satunya adalah All Nippon Airways (ANA).

"Kami akan coba mengukur seberapa besar perubahan ini," ujar perwakilan dari ANA seperti diberitakan Nikkei Asian Review.


Sedangkan dari operator tur Hankyu Travel International, mereka akan memisahkan biaya pajak keberangkatan tersebut dari harga paket wisata seperti biaya tambahan di bandara.

Dari pihak pemerintah Jepang, pajak tersebut nantinya akn digunakan untuk meningkatkan infrastruktur terkait wisata sekaligus untuk mempromosikan destinasi di daerah pedesaan Jepang.

Pada tahun 2017, Jepang telah menarik jumlah wisatawan sebanyak 28,69 juta. Naik 19,3 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah itu pun diperkirakan akan semakin meningkat di tahun mendatang.

[Gambas:Video 20detik]

(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED

Ditipu Foto Ekstrem

Jumat, 20 Apr 2018 23:11 WIB

Foto-foto ekstrem berikut ini bikin ngeri. Berdiri di pinggir batu yang tinggi dengan lanskap pantai di bawahnya, tapi... bohong!