Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 22 Apr 2018 12:47 WIB

TRAVEL NEWS

Bagaimana Cara Menarik Masyarakat Datang ke Museum?

Shinta Angriyana
detikTravel
Foto: Museum Nasional (Shinta Angriyana/detikTravel)
Foto: Museum Nasional (Shinta Angriyana/detikTravel)
Jakarta - Museum menjadi destinasi wisata menarik untuk para penggemar sejarah. Tapi, bagaimana cara menarik masyarakat biasa datang ke museum? Ini jawabannya.

Wisata museum menjadi pilihan bagi penggemar sejarah. Namun, tidak semua orang menyukai bidang tersebut. Kebanyakan faktornya adalah penyampaian yang kurang menarik dan akses yang kurang memadai.

Menurut Dedah Rufaedah Sri Handari, Kasubdit permuseuman Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, salah satu caranya adalah membuat jaringan atau terintegrasi, antara satu museum yang lainnya untuk membuat pelancong datang ke museum.

"Potensi seperti itu justru bisa. Artinya memang museum manapun sulit bekerja sendiri, makanya kita harus membangun jejaring. Seperti Museum Nasional ini ketika mendatangkan juga tidak sendiri, tapi kita dibantu komunitas, pemerhati anak-anak," ujarnya saat ditemui dalam acara 'Night at the Museum' Museum Nasional, Sabtu (22/4/2018) malam.



Selain itu, salah satu contohnya adalah integrasi dengan transportasi. Seperti Museum Nasional, yang bekerjasama dengan Transjakarta.

"Juga harus menggandeng, contohnya kita juga bekerjasama dengan Transjakarta. Bagaimana supaya anak-anak yang bisa ke sini, kemudian meggandeng dan disediakan dengan Transjakarta transportasinya," tambahnya.

Dedah juga mengatakan, bahwa nantinya museum-museum juga bisa bekerjasama untuk membuat paket terusan, yang mencakup beberapa wilayah museum.

"Mereka datang ke sini kita rencananya tidak hanya Museum Nasionalnya saja. Tapi kita bikin paket insya Allah dengan Galeri Nasional, dengan museum lainnya yang dibawah naungan kementerian pendidikan dan kebudayaan berkerjasama serta ada paket terusan ibaratnya," ucap Dedah.



"Misal dari sekolah, ke Museum Nasional di sini aktivitas, terus misalnya ke Museum Sumpah Pemuda, mungkin terus ke Museum Kebangkitan nasional, terus ke Galeri Nasional kemudian kembali ke sini baru mereka pulang," tambahnya.

Paket ini nantinya juga akan membuat beberapa museum lebih ramai pengunjung. Serta menambah pengetahuan masyarakat akan berbagai sejarah di Indonesia. (wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED