Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 07 Mei 2018 14:55 WIB

TRAVEL NEWS

Hati-hati! Badai Pasir Melanda Bromo

M Rofiq
Redaksi Travel
Ilustrasi lautan pasir Gunung Bromo (Bekti/dTraveler)
Ilustrasi lautan pasir Gunung Bromo (Bekti/d'Traveler)
Probolinggo - Lautan pasir atau kaldera Gunung Bromo diterpa badai dalam dua pekan ini. Wisatawan tetap bisa berkunjung ke lokasi namun harus menggunakan masker atau penutup wajah.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo, M Sidik Wijanarko, mengatakan dengan adanya badai pasir di kaldera Gunung Bromo, wisatawan diminta lebih berhati-hati. Selain itu harus memakai makser atau penutup hidung lainnya saat berkunjung.

"Untuk mengunjungi lautan pasir tetap dibuka untuk wisatawan meski kerapkali terjadi badai pasir. Namun yang terpenting wisatawan harus mawas diri dengan menggunakan persiapan seperti memakai masker," ujarnya, Senin (7/5/2018).

Sidik juga menjelaskan badai pasir terjadi karena sudah memasuki musim kemarau. Debu vulkanik di sekitar Gunung mudah berterbangan akibat terpaan angin kencang.

"Kalau tidak turun ke lautan pasir, wisatawan bisa menikmati indahnya gunung Bromo dari Bukit Cemoro Lawang atau dari Mentigen," pesannya.

Selain masker, wisatawan disarankan juga membawa air. Pasir yang berterbangan dapat menempel di wajah dengan mudah.

"Apalagi material vulkanik Gunung Bromo mengandung silika dan bisa mengganggu pernafasan. Air bisa digunakan untuk membasuh wajah sehingga tidak mudah mata kita terselip debu," kata Untung, salah satu pelaku wisata di daerah Wisata Bromo.

Salah satu pengunjung Gunung Bromo, Deny, mengatakan bahwa saat ini di gunung tersebut memang terjadi angin kencang yang bisa menyebabkan badai pasir. Untuk itu, ia mnyarankan dalam menikmati keindahan Gunung Bromo dari arah Bukit Cemoro Lawang atau mencari lokasi lain yang serupa.

"Kalau tidak bawa masker lebih baik melihat gunung Bromo dari kejauhan. Karena badai pasir sangat mengganggu wisatawan," kata pria yang gemar mendaki gunung tersebut. (msl/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED