Semua Jalur Pendakian di Gunung Merapi Masih Ditutup
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Semua Jalur Pendakian di Gunung Merapi Masih Ditutup

Ristu Hanafi - detikTravel
Sabtu, 12 Mei 2018 14:50 WIB
Semua Jalur Pendakian di Gunung Merapi Masih Ditutup
Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Sleman - Balai Taman Nasional Gunung Merapi menutup jalur pendakian Gunung Merapi pasca letusan freatik. Penutupan berlaku sampai batas waktu yang belum ditentukan.

"Pendakian Gunung Merapi dari Sapuangin (Klaten) maupun dari Selo (Boyolali) ditutup," kata Kepala Balai TNGM, Ammy Nurwati, saat dihubungi detikcom, Sabtu (12/5/2018).

Menurutnya, penutupan dalam rangka pengamanan dan kewaspadaan pasca aktivitas letusan freatik kemarin. "Sampai situasi dan kondisi di lapangan kondusif. Nanti penutupan sampai kapan, menunggu hasil evaluasi," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihaknya telah menerbitkan surat edaran penutupan jalur pendakian Gunung Merapi serta objek wisata yang berada di kawasan TNGM, yakni Tlogo Muncar dan Tlogo Nirmolo di Kaliurang (Sleman), Panguk dan Plunyon di Cangkringan (Sleman), Sapuangin-Deles di Kemalang (Klaten), dan Jurang Jero di Srumbung (Magelang).

"Penutupan kualitatif, sampai abu tidak mengganggu pendaki dan pengunjung," imbuhnya.

Warga membersihkan abu di jalanan. (Foto: Ristu Hanafi/detikcom)Warga membersihkan abu di jalanan. (Foto: Ristu Hanafi/detikcom)

Sementara itu, sebagian warga Sleman terutama di wilayah yang terdampak hujan abu vulkanik pasca letusan freatik Gunung Merapi, hari ini bergotong-royong membersihkan sisa abu vulkanik.

"Pembersihan ada yang sifatnya gotong-royong, di halaman rumah warga dan jalan. Dan ada yang mengajukan permintaan bantuan relawan terutama di fasilitas umum seperti sekolah dan Puskesmas. BPBD mengerahkan 7 truk tanki," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan.

Fasilitas pendidikan yang terdampak hujan abu di antaranya SD Kaliurang 1, SD Kaliurang 2, TK N Pangukan, TK ABA Boyong, dan SMP N 2 Pakem. Lalu juga Puskesmas Pembantu Kaliurang. Menurut Makwan, ketebalan abu vulkanik tiap titik berbeda-beda. (mbr/mbr)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads