Hal tersebut disampaikannya dalam Launching Calender of Event Aceh 2018, Senin (14/5/2018) malam di Gedung Sapta Pesona, Jakarta. Dia menjelaskan, Aceh punya banyak jenis wisata tapi harus fokus dalam wisata bahari dan halal.
"Wisata bahari itu ada di Sabang yang kata para ahlinya disebut tempat menyelam terbaik. Kalau wisata halal itu di Banda Aceh," kata Arief.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampai bulan Mei, ada 55 yacht dan 6 cruise yang masuk ke Sabang, itu bagus. Saya dengar juga sekarang ada yacht club, saran saya GM-nya dari luar negeri saja karena jaringan mereka luas," terang Arief.
"Di Sabang sudah kita kembangkan Sabang Marine Festival dan Sail Sabang. Nanti juga kita siapkan, Free Diving International di Sabang," lanjut Arief.
BACA JUGA: Keseriusan Aceh dalam Pariwisata
Soal wisata halal, menteri asal Banyuwangi itu menjelaskan kalau Banda Aceh sudah terkenal dengan branding tersebut. Malah, Aceh sendiri sudah masuk dalam deretan atas destinasi halal Indonesia.
"Di Indonesia, wisata halal itu ada 3 yaitu NTB, Sumatera Barat dan Aceh. Dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) kemarin, Aceh mendapat penghargaan sebagai airport halal terbaik dan halal culture terbaik," papar Arief.
"Itu modalnya sudah bagus untuk bersaing di dunia," pungkasnya. (aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong