Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 04 Jun 2018 21:20 WIB

TRAVEL NEWS

Pariwisata Indonesia Makin Dilirik Investor Asing

Syanti Mustika
Redaksi Travel
Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata (syanti/detikTravel)
Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata (syanti/detikTravel)
Jakarta - Pariwisata Indonesia semakin dikenal dunia. Terbukti dari banyaknya investor asing yang ingin berinvestasi di bidang pariwisata.

Dalam jumpa media, Senin (4/6/2018) Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata beserta jajarannya memaparkan bahwa banyak investor asing yang tertarik berinvestasi di sektor pariwisata.

"Investasi di sektor pariwisata rata-rata mengalami pertumbuhan hingga 20% per tahun, dan tahun 2017 tercatat mencapai 31% atau Rp USD 1,7 miliar," ungkap Dadang Rizky Ratmanujar Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata di Redtop Hotel & Convention Center, Jakarta.

Dadang juga mengungkapkan bahwa sejumlah strategi pengembangan destinasi pariwisata terus diimplementasikan oleh Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata. Termasuk salah satunya di bidang investasi.

"Kita memiliki beragam strategi untuk pengembangan destinasi wisata. Tentunya hal ini juga didukung dengan koordinasi dengan pariwisata daerah. Strategi ini meliputi pengembangan perwilayahan, atraksi wisata, aksesibilitas, amenitas, masyarakat, dan investasi," tambah Dadang.

Tidak hanya investor asing, pariwisata juga diramaikan oleh investor domestik. Tingginya minat investor dalam berinvestasi di sektor pariwisata itu terlihat dalam forum pertemuan para investor pariwisata atau Regional Investment Forum 2018 (RIF) yang berlangsung di Yogyakarta baru-baru ini.

"Adapun investor asing yang tertarik menanamkan modalnya di sektor pariwisata antaranya Timur Tengah, Korea Selatan, AS, Jepang, Singapura, Taiwan, Malaysia, Australia, Tiongkok, Inggris, India, dan Rusia," tutup Dadang. (bnl/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED