Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 06 Jun 2018 16:32 WIB

TRAVEL NEWS

Nah Lho! Penginapan Airbnb di Jepang Berkurang 80%

Kurnia Yustiana
Redaksi Travel
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Tokyo - Jepang menerapkan aturan ketat soal akomodasi online. Penginapan Airbnb pun berkurang 80 persen. Traveler yang suka pakai Airbnb mesti cek betul nasib bookingan mereka.

Peraturan terkait Airbnb yang telah legal di Jepang tak selalu menguntungkan pemilik rumah. Airbnb pun akhirnya mengurangi jumlah huniannya di Negeri Sakura.

Aplikasi penyedia sewa penginapan, Airbnb, memang telah beroperasi secara legal di Jepang. Hal ini tentunya menjadi kabar gembira bagi warga setempat yang menyewakan huniannya untuk traveler. Namun rupanya Airbnb harus mengurangi 80% penyewaan hunian di Jepang.

Dilansir detikTravel dari Reuters, Rabu (6/6/2018), dalam Minpaku alias dasar hukum nasional Jepang untuk penyewaan rumah jangka pendek, menyebutkan bahwa pemilik properti bisa menyewakan apartemen atau rumahnya selama 180 hari dalam setahun. Ini akan berlaku mulai tanggal 15 Juni 2018.

BACA JUGA: Airbnb Kini Legal di Jepang, Mudah Cari Tempat Menginap

Batas waktu penyewaan yang hanya selama 180 hari bisa dibilang sangat pendek, apalagi bagi pemilik apartemen yang sengaja menyewakan propertinya untuk Airbnb. Hal ini membuat sang pemilik sulit untuk menghasilkan keuntungan.

Selain itu penginapan yang disediakan dalam Airbnb harus berizin resmi layaknya hotel, atau sertifikasi khusus untuk beberapa daerah seperti kawasan Ota di Tokyo. Namun sejauh ini banyak penyedia sewa hunian yang belum mendaftarkan penginapannya secara resmi.

Padahal per tanggal 15 Juni nanti semua harus sudah teregistrasi. Bagi yang tidak berizin, penginapan akan dianggap ilegal. Menjelang diberlakukannya Minpaku, Airbnb pun mengambil tindakan antisipasi.

Seperti diberitakan Nikkei Asian Review, Airbnb mengurangi 80% jumlah penyewaan hunian di Jepang yang belum berizin. Hingga musim semi tahun ini, ada lebih dari 62.000 properti yang tersedia di situs dan aplikasi Airbnb. Angka ini kemudian menurun hingga sekitar 13.800.

Pihak Airbnb telah menginformasikan pemilik properti di Jepang, penginapan mereka takkan muncul di situs dan aplikasi, kecuali penginapan telah terdaftar secara resmi. Jadi setelah terdaftar sesuai aturan yang diberlakukan otoritas setempat, barulah penginapannya bisa disewa traveler via Airbnb.

Jumlah hunian yang disewakan lewat Airbnb sebenarnya sudah mulai menurun sejak beberapa waktu lalu karena adanya aturan yang dianggap kurang praktis. Berdasarkan data Japan Tourism Agency sampai bulan Mei 2018 kemarin, hanya 724 pemilik hunian yang mendaftar, padahal proses registrasi sudah dibuka sejak Maret. (krn/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED