Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 26 Jul 2018 19:08 WIB

TRAVEL NEWS

Gerhana Bulan Total, Desa Wisata Lembang Gelar Pasar Purnama

Rachmadi Rasyad
detikTravel
Hendro sedang menjelaskan fenomena gerhana (Rachmadi Rasyad/detikTravel)
Hendro sedang menjelaskan fenomena gerhana (Rachmadi Rasyad/detikTravel)
Lembang - Gerhana bulan total jadi fenomena yang dinanti. Untuk memeriahkannya, Kampung Eduwisata Imah Noong di Lembang akan gelar seni budaya bernama Pasar Purnama.

Dalam rangka mengamati terjadinya fenomena langka Gerhana Bulan Total terlama tahun ini, Kampung Eduwisata Imah Noong yang terletak di Desa Wangunsari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, akan menggelar kegiatan bernama Ngawangkon Samagaha pada tanggal 27 Juli mendatang yang dimulai sejak sore hari pukul 18.00 WIB hingga tanggal 28 Juli dini hari.

Menurut Hendro Setyanto, Peneliti Astronomi Imah Noong, kegiatan itu memang rutin digelar setiap terjadinya purnama dan nanti akan jadi gelaran yang kelima.

"Di Imah Noong ini kita mencoba menyelenggarakan kegiatan yang rutin setiap Gerhana, yaitu Ngawangkong Samakaha. Ini merupakan yang kelima diselenggarakan," kata Hendro saat ditemui di Imah Noong pada Kamis (26/7/2018).

Hendro sedang menjelaskan fenomena gerhana (Rachmadi Rasyad/detikTravel) (Rachmadi Rasyad/detikTravel)


Baca Juga: Menpar Sebut Gerhana Bulan Sebagai Destinasi Waktu

Namun, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Imah Noong akan menggelar pula kegiatan yang diberi nama Pasar Purnama. Pada kegiatan tersebut, masyarakat setempat Imah Noong akan mementaskan seni budaya Sunda dan jual-beli hasil bumi sebagaimana pasar.

"Bedanya, di bulan Juli ini bertepan dengan uji coba kita untuk mengembangkan Pasar Purnama. Pasar purnama ini lebih ke arah mencoba mengembangkan potensi masyarakat di sini dalam pengertian hasil bumi terus seni budaya untuk coba kita ekspos dan tampilkan," jelas Hendro.

Nantinya, masyarakat setempat akan mementaskan seni budaya Sunda semacam permainan alat musik Calung. Selain itu, adapula permainan gerhana seperti cerita anak-anak zaman dulu dalam menyambut Gerhana Bulan.

(Rachmadi Rasyad/detikTravel)(Rachmadi Rasyad/detikTravel)


"Nanti masyarakat akan ada yang melakukan pentas Calung, juga permainan gerhana. Jadi, anak-anak dulu kalau gerhana itu mainannya ceritanya kaya apa kita coba pentaskan di situ," terang Hendro.

Selain pementasan seni budaya Sunda dan jual-beli hasil bumi, masyarakat akan diajak untuk menikmati cahaya purnama. Jadi, nanti pasar yang digelar hanya dicahayai atau diterangi oleh cahaya purnama. Kegiatan itu dilakukan sebagai upaya mengurangi polusi cahaya yang belakangan ini sangat mengganggu pengamatan astronomi.

"Jadi di Pasar Purnama ini kita juga akan mencoba mengajak masyarakat untuk menikmati cahaya purnama. Jadi nanti pasar yang dibangun hanya dicahayai oleh cahaya purnama. Kita akan menyosialisasikan tentang pentingnya mereduksi polusi cahaya yang sangat mengganggu pengamatan astronomi," tegas Hendro.

Setelah menggelar Pasar Purnama, akan digelar pula pengamatan secara bersama-sama fenomena Gerhana Bulan Total dan mendekatnya Planet Mars ke Bumi.

"Karena acaranya sampai dini hari, masyarakat setelah itu dipersilahkan untuk melihat Gerhana Bulan bersama-sama. Jadi, kita melakukan pengamatan dari sore karena pada saat itu cukup indah melihat keindahan bulan purnama dan ada Planet Mars yang akan kita amati juga," ujar Hendro.

Sekolah Imah Noong (Rachmadi Rasyad/detikTravel)Sekolah Imah Noong (Rachmadi Rasyad/detikTravel)


Adapun alat yang disediakan oleh Imah Noong untuk mengamati fenomena itu berjumlah empat sampai lima. Selain disediakan alat, akan disediakan pula kemah bagi masyarakat luar yang hendak ikut serta untuk mengamati.

"Kita menyediakan sekitar empat hingga lima alat, karena kita juga ada kegiatan yang sifatnya camp. Jadi, kita menyediakan kemah bagi masyarakat luar yang ingin mengamati di sini. Untuk bisa stay menunggu terjadinya gerhana tersebut," jelas Hendro.

Hendro menghimbau pada masyarakat Indonesia untuk meluangkan waktunya mengamati Gerhana Bulan Total nanti. Sebab, fenomena itu akan sangat indah dan menarik untuk disaksikan.

"Dan masyarakat sangat kita himbau untuk melihat fenomena Gerhana ini karena tidak setiap hari bahkan tidak setiap bulan. Ini merupakan suatu hal yang menarik. Jadi, sangat indah kita melihat suasana perubahan cahaya bulan dari terang ke redup lalu tiba-tiba hilang kemudian berubah warna itu sangat menarik untuk disaksikan," ucap Hendro. (bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA