Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 02 Agu 2018 19:10 WIB

TRAVEL NEWS

Ini Alasan Kamu Nggak Boleh Lupa Datang ke Pameran Seni Istana

Moch Prima Fauzi
detikTravel
Foto: (dok Kemenpar)
Foto: (dok Kemenpar)
Jakarta - Untuk memperingati HUT ke-73 Kemerdekaan Indonesia, Kemensesneg, Kemendikbud, Kemenpar, Bekraf, Mandiri Art dan tim lainnya bekerja sama menyelenggarakan Pameran Seni Koleksi Istana Kepresidenan di Galeri Nasional. Menpar Arief Yahya mengatakan event ini merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk memperkenalkan budaya kepada negara lain.

"Inilah kesempatan bagi kita, untuk memanfaatkan acara kebudayaan atau culture event. Dengan begitu negara kita akan semakin dikenal negara lain di berbagai belahan dunia," ujar Arief dalam keterangan tertulis, Kamis (2/8/2018).

Menpar Arief Yahya mengatakan, 60% sektor pariwisata berasal dari budaya dan 30% dari alam. Pameran lukisan koleksi Istana Kepresidenan ini dapat juga menjadi ajang pariwisata. Di pameran ini pengunjung dapat melihat secara langsung lukisan yang sebelumnya tidak dapat dilihat oleh masyarakat awam.

"Tugasnya Kementerian Pariwisata adalah lebih mempublikasikan dan mempromosikan agar wisatawan datang ke Indonesia, khususnya ke pameran ini," ungkapnya.


Sementara itu Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan pemerintah juga ingin menunjukkan eksistensi karya unggulan seniman Indonesia. Ini juga wujud komitmen dalam merawat serta melestarikan karya seni unggulan masa lalu, terlebih sebagai aset negara.

"Tujuannya lainnya mengajak masyarakat menikmati karya para seniman masa lalu yang mempunyai nilai-nilai luhur, keutamaan, serta semangat perjuangan," ujar Pratikno.

Tahun 2018 ini, Pameran Seni Koleksi Istana menampilkan sebanyak 45 karya lukisan, patung dan seni kriya hasil dari 34 seniman Indonesia dan mancanegara. Para seniman tersebut antara lain Raden Saleh, Dullah, Henk Ngantung, Nasjah Jamin, Basoeki Abdullah, serta Harijadi S.

Jika penasaran dengan wajah sosok pahlawan Indonesia, pameran ini bisa menjadi jawabannya. Sebab, sebagian besar koleksi yang dipamerkan adalah lukisan para Pahlawan Nasional. Selain itu ada pula karya seniman mancanegara seperti Zsiemond Kisfaludi Strobel, Walter Spies, Fernando Amorsolo, dan Yevgeny Viktorovich Vuchetich.

Seluruh karya yang dipamerkan merupakan koleksi dari lima istana yakni Istana Kepresidenan Jakarta, Istana Bogor, Istana Tampaksiring, Istana Yogyakara dan Istana Kepresidenan Cipanas.

Menariknya ada 3 karya seni keren dan legendaris yang menjadi ikon pameran. Pertama adalah Patung Pemanah karya Strobl yang dibuat tahun 1919. Sehari-hari, patung ini berada di halaman depan Istana Negara. Tepatnya menghadap ke Jalan Veteran.


Kedua, Lukisan Memanah buatan Henk Ngantung tahun 1944. Lukisan ini turut menjadi saksi peristiwa Proklamasi 17 Agustus 1945 di kediaman Bung Karno. Terakhir lukisan Perkelahian dengan Singa milik Raden Saleh yang dibuat tahun 1870. Sekitar tahun 1970, Ratu Belanda Juliana menghadiahkan lukisan ini ke Pemerintah Indonesia.

Pratikno mengatakan masyarakat nantinya bisa mengikuti Lomba Lukis Kolektif Pelajar dari 34 Provinsi. Ada juga workshop menjadi Apresiator Seni Terhebat yang akan diikuti oleh para pelajar wilayah DKI. (ega/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA