Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 13 Agu 2018 14:03 WIB

TRAVEL NEWS

Belajar Budaya dan Sejarah dari Festival Cheng Ho 2018 di Semarang

Robi Setiawan
detikTravel
Foto: (dok Kemenpar)
Foto: (dok Kemenpar)
Jakarta - Kemeriahan perayaan Festival Cheng Ho 2018 berhasil menarik banyak perhatian masyarakat. Masyarakat yang hadir turut berbaur dengan wisatawan, yang mana semuanya sama-sama antusias melihat peserta arak-arakan melintasi rute sepanjang 6 km.

Nyaris tak ada space kosong di rute yang dilewati arak-arakan. Dari mulai Tay Kak Sie-Gg.Warung-Kranggan Timur-Kranggan Barat-Depok-Pemuda-Tugumuda-Soegijapranata (Ps.Bulu)-Jembatan Banjirkanal-Bojongsalaman-Simongan-Sam Poo Kong, penuh dengan lautan manusia.


Peristiwa budaya dan sejarah yang setiap tahun diperingati dan menjadi agenda tetap di Kota Lumpia ini pun turut mendapat sorotan dan apresiasi dari Menteri Pariwisata, Arief Yahya.

"Jangan lupa terus promosikan dengan baik. Festivalnya sangat pas untuk originasi Tiongkok, atau pasar China. Ini penting sekali, orang Asia itu, ketika disentuh dengan kebudayaan dan sejarah masa lalu, hatinya bisa runtuh berkeping-keping. Mereka bisa jatuh cinta karena sejarah nenek moyang mereka," kata Arief dalam keterangan tertulis, Senin (13/8/2018).

Kemeriahan Festival Cheng Ho 2018 di SemarangFoto: (dok Kemenpar)

Masyarakat yang hadir ada yang mengenakan baju-baju oriental, ada yang berbaju loreng, ada yang mengenakan kostum festival bermotif kerajaan, bahkan ada juga yang mukanya dicoreng-moreng. Beragam kamera videografer, fotografer, sampai blogger pun tak henti mengabadikan setiap momen yang ada.

"Ini luar biasa. Ribuan orang berjubel, datang dan pergi di halaman besar Sam Poo Kong. Tempat start di Tay Kek Sie yang sempit di Gang Lombok juga ramai. Ada doa dan pentas seni dari pukul 07.00 hingga 00.00 WIB. Apalagi di dunia Maya #PesonaCheng2018 sukses menjadi trending topic nomor satu nasional," ucap Ketua Pelaksana Calendar of Event Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuti.


Menurut Juru Bicara Yayasan Sam Poo Kong Semarang, Mulyadi, 10 ribu tiket yang dijual selama dua hari selalu sold out. Pedagang kaki lima kebanjiran order. Pasar Karetan yang ikutan pindah juga ikut kebagian rezeki. Itu belum termasuk hotel-hotel yang dijadikan tempat menginap bagi tamu yang datang.

"Perayaannya sudah memiliki cultural value yang tinggi. Sudah punya commercial value. Yang paling penting, memberi dampak ekonomi kepada industri dan publik," jelas Mulyadi. (ega/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED