Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 17 Agu 2018 20:54 WIB

TRAVEL NEWS

Yachter Peserta Wonderful Sail to Indonesia Sambangi Maluku

Raras Prawitaningrum
detikTravel
Foto: Dok Kemenpar
Foto: Dok Kemenpar
Jakarta - Wonderful Sail to Indonesia kembali digelar pada tahun ini. Kali ini pesertanya mencapai 75 yacht dari 12 negara. Adapun negara yang ikut serta antara lain dari Australia, Selandia Baru, Denmark, Perancis, Belanda, Inggris, Jerman, Kanada, dan Amerika Serikat. Sementara Indonesia diwakili oleh Kapal Raya 2.

Wonderful Sail to Indonesia 2018 mengambil start di Australia. Dari total 75 yacht, 28 yacht di antaranya berangkat melalui Darwin. Sedangkan 47 lainnya berangkat dari kawasan Australia Timur.

Pada 26 Juli lalu, beberapa yachter sudah mengarungi keindahan jalur laut Nusantara. Mereka pertama kali singgah di Debut, Maluku Tenggara dan meneruskan perjalanan ke Tual.

Kemudian pada 10-13 Agustus, mayoritas yachter menikmati keindahan wilayah Kabupaten Buru Selatan serta mendapatkan agenda penyambutan yang meriah.


Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Bahari, Indroyono Soesilo, mengaku gembira dengan antusiasnya peserta mancanegara dalam ajang ini.

"Kami gembira dengan respons besar terhadap Sail to Indonesia. Kehadiran para yachter mancanegara tentu akan berdampak positiF bagi pariwisata Indonesia. Ekonomi masyarakat bergerak seiring kehadiran mereka," ujar Indroyono dalam keterangan tertulisnya.

Diperkirakan komposisi peserta Wonderful Sail to Indonesia 2018 akan lengkap pada 6 September. Sebab, 28 yachter yang berangkat dari Darwin, Australia, akan bertemu di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Selang tiga hari berikutnya, mereka akan mengikuti acara puncak Sail Moyo Tambora 2018.

Indroyono mengatakan kehadiran peserta Wonderful Sail to Indonesia 2018 memberikan dampak positif, yakni terjadinya aktivitas ekonomi.

"Setiap berhenti di satu daerah, selalu saja ada aktivitas ekonomi. Mereka memberi air bersih, bahan bakar, makanan, pulsa untuk berkomunikasi dengan keluarganya, dan lain-lain. Posisi ini sangat menguntungkan karena tidak perlu aksesibilitas dan amenitas. Mereka sudah menyiapkannya melalui yacht. Untuk atraksi, Indonesia yang terbaik," jelasnya.

Agenda wisata bahari seperti ini juga dikatakan Indoroyono menguntungkan bagi Indonesia.

"Yachter ini potensial untuk menggairahkan destinasi-destinasi baru. Tidak perlu membangun fasilitas fisik lebih. Sebab, yacht ini sangat simpel. Meski demikian, nilai transaksi yang dihasilkan sangat besar. Aliran devisa juga kuat. Tinggal atraksinya dikuatkan dan dikemas lebih baik lagi. Jadi setiap daerah selalu memberikan experience berbeda," kata Indroyono.


Dengan kata lain, wisata bahari mampu menghadirkan wisman dalam jumah besar. Para yachter juga mendapatkan garansi keamanan dari Badan Keamanan Laut (Bakamla) selama 24 jam.

"Potensi dari wisata bahari khususnya yacht ini sangat besar. Wisman bisa tinggal untuk durasi lama di perainan Indonesia. Artinya, akan nilai komersial yang bisa diambil. Untuk itu, diperlukan dukungan berupa promosi yang memadai melalui keikutsertaan diberbagai pameran dunia," tegasnya. (ega/ega)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED