Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 20 Agu 2018 10:25 WIB

TRAVEL NEWS

Koreografer Madonna di Balik Istimewanya Tarian di Asian Games

Mustiana Lestari
detikTravel
Foto: (dok Kemenpar)
Foto: (dok Kemenpar)
Jakarta - Pembukaan Asian Games 2018 di Stadion Gelora Bung Karno menjadi ajang memperlihatkan kekayaan budaya Nusantara. Setidaknya ada 19 tarian dari Sabang hingga Merauke yang ditampilkan di segmen Earth.

Sebanyak 19 tarian ini diciptakan oleh koreografer Eko Supriyanto atau Eko Pece yang telah diakui dunia kehebatannya. Eko pernah menjadi koreografer Madonna bahkan menjadi dancer-nya.


Lewat tangan dingin pria asal Solo ini, pembukaan Asian Games 2018 menjadi sangat berwarna. #PesonaAsianGames2018 menjadi tidak terbantahkan. Tarian yang saat segmen Earth pun sangat merata. Dari Sumatera, ada Sipitu Cawan, Gending Sriwijaya, Tari Piring, Zapin, dan Tarian Transisi Bunga.

Sebagai wakil Pulau Jawa, Eko memilih mementaskan Lenong Betawi, Jaipongan, Sisingaan, Tarian Padang Bulan, dan Tari Gandrung Lanang Banyuwangi yang didukung langsung bupati.

Tari Janger terpilih mewakili Bali. Kemudian, ada Tari Belian Bawo Katim, Tari Enggang, Tari Hudog. Dari Sulawesi, ada pula Tari Maengket Modero Sulut dan Tari Kabasaran. Sementara Tari Soya Soya menjadi wakil Maluku Utara. Aksi Tari Likurai Belu mewakili NTT, dan Tari Yospan memperlihatkan kekayaan Papua.

Total, Eko Supriyanto menyertakan 467 penari dalam segmen ini. Sedangkan kostum, dipercayakan kepada Rinaldi Yunardi. Pujian datang dari Menteri Pariwisata Arief Yahya. Menurutnya kekayaan Indonesia disajikan secara utuh.

"Seluruh kontingen dan wisatawan yang menyaksikan pembukaan Asian Games, baik langsung di stadion maupun dari layar kaca, bisa melihat kekayaan budaya Indonesia," paparnya.

Menurutnya, konsep yang disajikan saat pembukaan pun sangat dahsyat. "Bukan hanya culture yang disajikan, nature pun diperlihatkan. Gambaran gunung dan air terjun sangat luar biasa," katanya.


Sebagai informasi, gunung yang ditampilkan di Stadion Gelora Bung Karno memiliki lebar 130 m dan tinggi 27 m. Gunung ini dikerjakan oleh 350 orang asli Indonesia. Utamanya oleh Urang Bandung.

Sedangkan air terjun yang menghiasi gunung, memiliki tinggi 17 m dari tanah, dengan lebar 12 m. Beban air mencapai 60 ton. Bobotnya setara dengan 140.000 liter air.

Jika satu mobil tangki bisa mengangkut 5.000 liter air, berarti 28 mobil tangki hilir mudik ke Stadion GBK untuk mendukung atraksi yang memikat tersebut.



Tonton juga video: 'Mengenal Tari Ratoh Jaroe yang Jadi Pembuka Asian Games 2018'

[Gambas:Video 20detik]

(mul/ega)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA