Ada yang unik dalam menyambut lebaran Idul Adha 1439 di Aceh. Pemerintah Kota Banda Aceh menggelar lomba plah ulee leumo (belah kepala lembu) untuk memeriahkan Festival Meugang.
Kegiatan yang digelar di Jalan HT Daudsyah, Peunayong, Banda Aceh, Aceh Senin (20/8/2018), ini diikuti delapan peserta. Kompetisi ini menyedot perhatian masyarakat. Dalam lomba plah ulee leumo tersebut, dewan juri menilai kecepatan peserta dalam menguliti kulit dan membelah kepala lembu serta memisahkan dagingnya dari tulang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini dagingnya saya borong semuanya plus untuk bumbu Kuah Beulangong-nya. Nanti semua yang ada di sini silahkan menikmatinya bersama-sama," kata Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman di lokasi.
Di Aceh, dua hari menjelang Idul Fitri, Idul Adha dan Ramadan dikenal sebagai hari Meugang. Pada hari itu, masyarakat berbagai kalangan ramai-ramai ke pasar untuk membeli daging kerbau atau sapi. Pasar kaget terdapat di sejumlah lokasi dari pagi hingga sore hari.
Tradisi Meugang yang merupakan warisan sultan Aceh ini diperingati meriah oleh warga Tanah Rencong. Setelah membeli daging, mereka selanjutnya masak di rumah untuk disantap bersama keluarga.
"Dengan melestarikan tradisi Meugang yang telah diwarisi dari generasi ke generasi selama ratusan tahun, akan menguatkan Aceh dalam berbagai hal termasuk sektor pariwisata. Apalagi Meugang ini tak ada di daerah lain, cuma ada di Aceh. Tentu ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan," jelas Aminullah.
"Jika Meugang menyambut Idul Adha untuk menghormati orang yang pergi berhaji, maka Meugang menjelang Ramadan untuk menghormati orang yang akan berpuasa. Selain itu, tradisi Meugang juga akan memperkokoh jalinan silaturahmi antar kita semua," ungkap Amin.
Meski tradisi Meugang sudah lama dikenal, tapi Festival Meugang baru pertama kali digelar hari ini. Menurut Aminullah, Festival tersebut akan menjadi agenda tahunan Pemko Banda Aceh untuk menarik wisatawan.
"Ke depan kita sepakat untuk menjadikan Festival Meugang ini sebagai event tahunan, dan akan kita gelar lebih besar lagi. Harapannya festival ini dapat menjadi salah satu daya tarik wisata islami di Banda Aceh di samping Masjid Raya Raya Baiturrahman, zikir akbar, dan wisata ziarah," ujar Aminullah. (krn/aff)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru