Lomba Belah Kepala Lembu Semarakkan Festival Meugang di Aceh

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Lomba Belah Kepala Lembu Semarakkan Festival Meugang di Aceh

Agus Setyadi - detikTravel
Senin, 20 Agu 2018 18:20 WIB
Lomba Belah Kepala Lembu Semarakkan Festival Meugang di Aceh
Foto: Ilustrasi (dok Pemko Banda Aceh)
Banda Aceh - Festival Meugang baru pertama kali digelar di Banda Aceh. Festival tersebut ikut dimeriahkan dengan event lomba belah kepala lembu.

Ada yang unik dalam menyambut lebaran Idul Adha 1439 di Aceh. Pemerintah Kota Banda Aceh menggelar lomba plah ulee leumo (belah kepala lembu) untuk memeriahkan Festival Meugang.

Kegiatan yang digelar di Jalan HT Daudsyah, Peunayong, Banda Aceh, Aceh Senin (20/8/2018), ini diikuti delapan peserta. Kompetisi ini menyedot perhatian masyarakat. Dalam lomba plah ulee leumo tersebut, dewan juri menilai kecepatan peserta dalam menguliti kulit dan membelah kepala lembu serta memisahkan dagingnya dari tulang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, kebersihan daging yang dihasilkan juga menjadi penilaian dari dewan juri. Para peserta berhasil melewati tantangan dalam waktu kurang 30 menit. Dalam lomba tersebut, panitia menyediakan hadiah bagi juara 1, 2, dan 3 lomba masing-masing Rp 1 juta, Rp 600 ribu, dan Rp 400 ribu.

"Ini dagingnya saya borong semuanya plus untuk bumbu Kuah Beulangong-nya. Nanti semua yang ada di sini silahkan menikmatinya bersama-sama," kata Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman di lokasi.

Di Aceh, dua hari menjelang Idul Fitri, Idul Adha dan Ramadan dikenal sebagai hari Meugang. Pada hari itu, masyarakat berbagai kalangan ramai-ramai ke pasar untuk membeli daging kerbau atau sapi. Pasar kaget terdapat di sejumlah lokasi dari pagi hingga sore hari.

Tradisi Meugang yang merupakan warisan sultan Aceh ini diperingati meriah oleh warga Tanah Rencong. Setelah membeli daging, mereka selanjutnya masak di rumah untuk disantap bersama keluarga.

"Dengan melestarikan tradisi Meugang yang telah diwarisi dari generasi ke generasi selama ratusan tahun, akan menguatkan Aceh dalam berbagai hal termasuk sektor pariwisata. Apalagi Meugang ini tak ada di daerah lain, cuma ada di Aceh. Tentu ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan," jelas Aminullah.

"Jika Meugang menyambut Idul Adha untuk menghormati orang yang pergi berhaji, maka Meugang menjelang Ramadan untuk menghormati orang yang akan berpuasa. Selain itu, tradisi Meugang juga akan memperkokoh jalinan silaturahmi antar kita semua," ungkap Amin.

Meski tradisi Meugang sudah lama dikenal, tapi Festival Meugang baru pertama kali digelar hari ini. Menurut Aminullah, Festival tersebut akan menjadi agenda tahunan Pemko Banda Aceh untuk menarik wisatawan.

"Ke depan kita sepakat untuk menjadikan Festival Meugang ini sebagai event tahunan, dan akan kita gelar lebih besar lagi. Harapannya festival ini dapat menjadi salah satu daya tarik wisata islami di Banda Aceh di samping Masjid Raya Raya Baiturrahman, zikir akbar, dan wisata ziarah," ujar Aminullah. (krn/aff)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads