Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 30 Agu 2018 18:10 WIB

TRAVEL NEWS

Kemenpar Ajak Agen Travel Thailand Promosikan Indonesia via Online

Akfa Nasrulhaq
detikTravel
Foto: Dok. Kemenpar
Foto: Dok. Kemenpar
Jakarta - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui kegiatan Sales Mission Wonderful Indonesia di Thailand, pada 27-30 Agustus 2018 telah membuahkan peluang baru bagi bisnis wisata di Indonesia. Dari mulai Chiang Mai, Phuket hingga Bangkok, telah sepakat menggalang kerja sama antar Online Travel Agent (OTA) Thailand dan Indonesia.

Digital online platform diprediksi akan menjadi masa depan bisnis tour and travel kedua negara tersebut.

Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya, mengungkapkan bahwa dalam menjaring wisatawan terutama dari warga Thailand melalui online untuk mencari info paket wisata dan destinasi, adalah suatu keharusan.

"Aneh kalau tidak digital. Costumer kita sudah berubah, 70 persen search and research sudah digital. Wisatawan bisa melakukan look-book-pay di mana saja, kapan saja. Kalau kita tidak segera masuk ke digital online platform seperti ini, pasti akan tertinggal dan sulit bersaing di level global. More digital more professional, more digital more personal, more digital more global," kata Arief, dalam keterangan tertulis, Kamis (30/8/2018).

Sementara itu, Wakil Ketua Tim Percepatan Sejarah, Religi, Tradisi dan Budaya Kemenpar, Tendi Nuralam yang ikut hadir di Sales Mission Thailand juga menyampaikan bahwa digital lifestyle adalah sebuah keniscayaan. Tren saat ini baik personal, mobile dan interactive sudah serba digital.


"Ini menarik. Selama ini Sales Mission belum menyentuh OTA. Kita punya Traveloka, TripAdvisor, pegipegi dan booking.com. Kita juga punya Triponyu yang meraih juara dalam kategori UNWTO Award 2017. Kalau bertemu, pasti akan matching. Akan timbul banyak paket baru. Pesanan baru. Dan ini akan efisien karena saling berbagi dalam memanfaatkan aset atau resources," ungkap Tendi.

Di Thailand sendiri, menurut Managing Director Global Union Express Chiang Mai, Jedsada Owatwaroj, agen travel Thailand saat ini memang telah mengarah pada era digital.

"Sekarang travel agent besar di Thailand dikuasai Online Travel Agent. Di Chiang Mai saja jumlahnya ada 30. Semua nama besar di Thailand," kata Jedsada.

Menurutnya hal itu karena warga Thailand sangat hobi dalam memanfaatkan teknologi digital. Mulai dari memantau jadwal keberangkatan, atraksi yang ada di lokasi wisata, memesan hotel, dan transportasi, semua mereka lakukan secara digital.

"Dan ini sangat memudahkan mereka," Jedsada.

Angka outbond-nya pun terus tumbuh. Size-nya juga sangat besar. Dari data Ministry of Tourism and Sports Thailand, di 2016 saja angka outbond orang Thailand mencapai 8,2 juta. Di 2017, angkanya naik menjadi 10 juta orang.


"Jepang paling banyak dicari traveller Thailand. Setelah itu Taiwan," tambahnya.

Sementara itu, Managing Director Asia MICE Planner Phuket, Dave Chang meyakini peluangnya masih sangat terbuka lebar. Karena untuk menggaet orang Thailand masih sangat terbuka. Alasan pertama, karakter orang Thailand tidak suka dengan penerbangan di atas tiga jam.

"Alasan kedua, orang Thailand hanya punya sedikit waktu. Liburannya pendek. Biasanya hanya saat long weekend. Kalau mereka Bangkok resident, biasanya mereka ke Singapura, Malaysia, Kamboja, Laos, Myanmar, Vietnam dan Filipina," kata Dave.

Indonesia diyakini masih bisa naik. Masih bisa di upgrade lagi. Syarat utamanya massif di OTA. Indonesia gencar menjual pasar via online.

"Kalau 30 big name OTA Thailand dengan top 10 OTA di Indonesia dipertemukan, saya yakin hasilnya akan bagus sekali," papar Dave. (idr/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED