Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 16 Sep 2018 17:35 WIB

TRAVEL NEWS

Dampak Gempa Lombok, Sektor Pariwisata Alami Kerugian Besar

Harianto Nukman
detikTravel
Rapat Koordinasi Percepatan Normalisasi Pariwisata Pasca Bencana Gempa Lombok (Harianto Nukman/detikTravel)
Gili Trawangan - Pasca gempa bumi, pariwisata Lombok diharap bisa bangkit kembali, karena itu Rapat Koordinasi Percepatan Normalisasi Pariwisata Pasca Bencana Gempa Lombok digelar, Minggu (16/9/2018).

Rakor itu sendiri diadakan di Gili Trawangan yang sengaja diniatkan sebagai stimulan bahwa pariwisata di Lombok perlahan sudah mulai pulih.

Hadir dalam kesempatan itu tiga kementerian di antaranya Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan dari Kementerian PUPR.

Dalam pemaparannya, Arief Yahya menyampaikan tentang dampak kerugian karena lesunya pariwisata pasca bencana gempa bumi Lombok. Menurut Arief, dampak kerugian di bidang pariwisata tidak dilihat secara daerah, namun terdampak secara nasional.

"Ketika berita buruk terjadi di suatu negara itu nasional yang kena dampaknya. Contohnya Bali kena satu juta dari erupsi gunung berapi, dan tidak hanya di Bali. Bali sendiri hanya kena lima puluh persen atau hanya lima ratus ribu dolar," ungkap Arief.

(Harianto Nukman/detikTravel)(Harianto Nukman/detikTravel)
Sedangkan dampak ekonomi pariwisata yang diakibatkan oleh bencana gempa bumi Lombok, Arief memperkirakan kerugian mencapai 100 juta US Dollar.

"Dengan everated spending per arrival 1.000 US Dollar, maka perkiraan kerugiannya adalah 100 juta US Dollar. Dan ini baru satu bulan. Saya hitungnya sampai dengan tanggal 6 September," papar Arief.

Berdasarkan perhitungan dampak kerugian ekonomi pariwisata itu, pihak Kementerian Pariwisata merancang beberapa strategi pemulihan, yaitu pemulihan pada sumber daya manusia para pelaku pariwisata dan kelembagaannya, pemulihan destinasi, dan yang terakhir strategi pemasaran. baik dari segi branding advertising dan selling.

Sedangkan pemulihan dalam hal sember daya manusia dilakukan dengan melakukan trauma healing kepada 1.500 orang pelaku pariwisata. Dan kegiatan ini telah dilakukan di Sembalun, Gili Meno, Trawangan dan objek wisata lainnya yang ada di NTB, khususnya di Lombok. Untuk segi pemasaran dilakukan dengan branding kembali, advertising dan selling. (krn/krn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA