detikTravel berkesempatan mendaki Tembok Besar China bersama rombongan Charoen Pokphand Best Student Apreciation tahap II, Sabtu (15/9/2018). Udara saat itu cukup sejuk, yakni 19 derajat celcius sehingga disarankan menggunakan jaket atau baju hangat.
Sebab, hari itu adalah akhir pekan, pengunjung yang datang pun cukup ramai. Terlihat beberapa rombongan dari berbagai negara. Untuk mendapatkan pengalaman yang seru dan menantang, kami memilih mendaki secara manual.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Ketika Tembok Cina Diubah Jadi Penginapan |
Kali itu kami mendaki melalui Gerbang Juyongguan. Gerbang ini menjadi pilihan utama para traveler karena letaknya lebih dekat dari Kota Beijing.
Namun perlu diperhatikan, tangganya cukup curam. Ada beberapa anak tangga yang cukup tinggi. Jadi pastikan menggunakan sepatu dan celana yang nyaman, misalnya sneakers dan celana berbahan longgar.
Namun hal tersebutlah yang menarik minat traveler karena menantang serta memiliki spot foto yang lebih bagus jika dibanding jalur lainnya.
Jika waktu perjalanan tak cukup atau tak sanggup lagi naik ke atas, wisatawan bisa naik hanya sampai pos 1. Dari pos ini pun pemandangannya tak kalah menakjubkan.
Traveler bisa melihat indahnya pegunungan layaknya bentangan karpet hijau. Bahkan bisa beristirahat sejenak karena di tempat ini disediakan meja dan kursi serta beberapa kios yang menjual es krim, kopi, dan teh.
Sebagai informasi, Tembok Besar China dibangun pada masa periode Dinasti Qin, Dinasti Han, dan Dinasti Ming sebagai bentuk tembok pertahanan dan perlindungan wilayah masing-masing.
Untuk mendaki Tembok Besar China, wisatawan harus membeli tiket seharga 45 yuan dan untuk anak dengan di bawah 120 cm tak perlu membeli tiket. Sudah siap mendaki Tembok Besar China? (ega/fay)











































Komentar Terbanyak
Viral Bule Inggris Menangis Lihat Sampah, Bukit Pergasingan Langsung Ditutup
Viral Sawah Bergaya Sabana di Prambanan, Petani Protes Lahan Jadi Tempat Bikin Konten
Gara-gara Protes Penerbangan Delay, Warga 62 Ditahan Polisi KLIA