Salah satu yang ramai dibahas yakni aturan larangan berfoto tidak senonoh di tempat ibadah atau situs suci di Bali.
BACA JUGA: Ramai Larangan Foto Tidak Senonoh di Bali, Bagaimana Ceritanya?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada persoalan pergub pariwisata yang cukup besar, kemudian karakteristik wisatawan kita bandingkan dengan tahun 1960-an cukup berbeda ya dan negara asalnya kultur yang jauh berbeda, dan kita juga di Bali lebih membuka diri hal seperti itu. Oleh sebab itu untuk mendekatkan dan mengatur posisi bagaimana kita mengatur pariwisata, bagaimana kalau memang masyarakat belum siap," kata Cok di depan Museum Bajra Sandhi Renon, Denpasar, Bali, Jumat (28/9/2018).
"Kalau kita memang nggak siap, kita nggak mau semua kita bebaskan untuk wisatawan. Tapi bagaimana kalau memang masyarakat belum siap? Ada berapa desa, seperti desa kami di Ubud kami kunci ndak boleh orang sembarangan masuk, karena masyarakat ndak menghendaki silakan diselesaikan di banjar. Ada pura yang milik keluarga, ada pura yang milik pemerintah, ada pura yang milik ubung, nanti biar bisa berlaku seperti itu harus membikin peraturan yang berlaku untuk semuanya," sambungnya.
BACA JUGA: Larangan Berfoto Tidak Senonoh di Bali, Harus Ada Aturan Jelas
Pemprov tidak mau kecolongan lagi gara-gara sikap turis yang tidak sopan saat di situs suci. Cok pun menyarankan bagi situs suci yang tidak dijaga sebaiknya ditutup.
"Kalau memang kita ndak siap, ndak ada yang menjaga, kita larang aja, tutup," pesannya.
Sebelumnya aksi turis pria dari Eropa berfoto di bagian suci Linggih Padmasana di Pura Puhur Luhur Batukaru, Tabanan mendapat kecaman. Sebab, pria tersebut berfoto dengan cara yang tidak sopan.
Seharusnya turis pria itu tak boleh menginjakkan kakinya di sana. Sebab, itu adalah tempat ibadah dan dianggap suci bagi umat Hindu. Mirisnya lagi, kejadian serupa sudah dua kali terjadi.
(rdy/rdy)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh