Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 09 Okt 2018 12:50 WIB

TRAVEL NEWS

Tukad Bindu, Sungai Cantik di Bali yang Dulunya Kotor dan Angker

Aditya Mardiastuti
detikTravel
Sungai Tukad Bindu yang dahulu angker (Aditya Mardiastuti/detikTravel)
Sungai Tukad Bindu yang dahulu angker (Aditya Mardiastuti/detikTravel)
Denpasar - Tukad Bindu jadi salah satu destinasi wisata yang bakal dikunjungi delegasi IMF-World Bank Annual Meeting 2018. Ceritanya, dulu sungai ini kotor dan angker!

Kawasan Tukad Bindu di Denpasar, Bali dipilih karena menjadi salah satu kawasan wisata berbasis komunitas yang terbilang sukses. Padahal tadinya daerah ini dipenuhi ilalang dan sampah.

Berawal dari keprihatinan soal lingkungan itulah beberapa warga sepakat untuk mengelola dan menata Tukad Bindu. Ide awal untuk menata kawasan ini tercetus pada 2010 silam.

"Awalnya sih dari kepedulian perkumpulan anak-anak muda di sini. Cara menjaga warisan yang sudah ada di sini yaitu kita fungsikan biar ke depan nggak menua. Di sini ada tempat bermain dan berkunjung, kita ingin berbuat dan melestarikan. Tadinya sungai ini kotor sekali karena pembuangan kotoran manusia dan tempat pembungan sampah," kata Ketua Yayasan Tukad Bindu Ida Bagus Made Ary Manik saat berbincang di lokasi, Senin (8/10/2018).

Padahal lokasi tersebut memiliki beberapa aset peninggalan Belanda seperti bendungan dan jembatan. Penataan kawasan itu dimulai oleh warga dari empat banjar.

"Pertama kita bersihkan bantaran di sini, gulma-gulma, pohon yang semrawut, dan tumpukan bahan bangunan kita ratakan. Di sini yang tadinya nggak bisa jalan karena penuh timbunan sampah mulai kita bersihkan," kata Gusde.

Warga yang peduli mulai membersihkan area sekitar sungai Warga yang peduli mulai membersihkan area sekitar sungai (Aditya Mardiastuti/detikTravel)
Gundukan tanah yang ada di kanan-kiri Tukad Bindu pun mulai diratakan. Pohon-pohon yang semrawut dan membuat kesan gelap, seperti bambu pun ditebang untuk ditata.

Tak hanya itu, butuh waktu 1,5 tahun untuk mengedukasi mesyarakat pentingnya menjaga kebersihan sungai. Perjuangan panjang itu pun kemudian berbuah manis, pada 2017 warga setempat sepakat untuk membentuk Yayasan Tukad Bindu yang bertugas untuk mengelola kawasan tersebut.

Tak ada biaya masuk untuk berkunjung ke Tukad Bindu ini, melainkan kotak amal sukarela. Sementara bagi warga yang ingin menggunakan Tukad Bindu untuk mengadakan acara bisa meminjam tempat lewat yayasan tersebut. Dengan catatan wajib memesan makanan maupun minuman di yayasan tersebut.

Tukad Bindu, Sungai Cantik di Bali yang Dulunya Kotor dan AngkerAnak-anak yang bermain dengan riang di sungai (Aditya Mardiastuti/detikTravel)
"Kalau tidak begitu, nanti warga yang punya tempat hanya menonton. Tapi kalau makanan dan minuman diwajibkan dari sini kan bisa memberdayakan warga. Terserah mau pesan ataua minta apa, nanti kami yang sediakan," ujar Gusde.

Seiring berjalannya waktu kini Tukad Bindu pun sudah semakin cantik. Ada lampu hias di kanan-kiri sungai, ruang ekpresi bagi warga, pujasera hingga aneka permainan anak.

Yang tadinya tengah hari bolong tak berani ke Tukad Bindu kini malah ramai oleh anak-anak dan aktivitas warga. Cerita Tukad Bindu ini patut dicontoh destinasi lainnya! (rdy/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED