Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 09 Okt 2018 15:50 WIB

TRAVEL NEWS

Wayang Ajen Tunjukkan Eksotisme Indonesia di Korea Selatan

Tia Reisha
detikTravel
Penampil Indonesia di Korea Selatan (dok Kemenpar)
Penampil Indonesia di Korea Selatan (dok Kemenpar)
Jakarta - Segala cara dilakukan untuk promosi budaya Indonesia. Dalam konferensi Nasional Intangible Heritage Center di Korea Selatan, tak sedikit yang terpana.

Pesona ditebar Wayang Ajen dalam Invitation Performance of UNESCO Intangible Cultural Heritage of Humanity dan Conference di Nasional Intangible Heritage Center, Korea Selatan. Event tersebut digelar pada 5-6 Oktober lalu namun show ditampilkan di hari terakhir.

Alhasil, gedung berkapasitas 600 kursi pun terisi penuh. Besarnya antusias publik juga mengakibatkan media dan penyelenggaran event harus berdiri di lorong belakang.

Suasana dingin Kota Jeonju berubah hangat kala pertunjukan dimulai dengan lakon yang familiar, yakni 'The Love Story of Rama & Sinta'. Pesan moral yang ingin disampaikan adalah mengenai persahabatan menuju perdamaian.

"Antusiasme publik Korea Selatan ini luar biasa. Mereka harus diapresiasi. Publik di sana menyimak alur cerita yang kami bawakan. Responnya juga luar biasa," tutur Ki Dalang Wayang Ajen Wawan Gunawan dalam keterangan tertulis, Selasa (9/10/2018).



Pertunjukan Wayang Ajen dibuka dengan Tarian Wonderful Indonesia yang enerjik. Tarian yang merepresentasikan view eksotis nusantara ini dibawakan Penari Purbasari dan Hani. Kekaguman publik Korea Selatan berlanjut saat menyaksikan Tari Topeng Klana Ajen Campakararang. Bahkan pengunjung semakin terhanyut oleh alunan musik gamelan dengan ritme khasnya.

Tampilan opening semakin meriah sebab big screen berukuran 12 x 6 meter menjadi background 'hidup'. Beragam keindahan alam dan budaya ditampilkan di layar ini seperti clip yang selaras dengan gerakan tarian yang disajikan.

Wawan menambahkan bahwa momentum branding terbaik dimiliki oleh pariwisata Indonesia. Ia juga mengatakan pertujukan tersebut merupakan ajang untuk mempromosikan keragaman budaya dan alam nusantara.

"Show pembuka ini sudah menampilkan beragam keindahan Indonesia. Ini betul-betul menjadi ajang promosi keragaman budaya dan alam nusantara. Mereka terlihat kagum dengan beragam budaya yang ditampilkan dalam opening Wayang Ajen," lanjtnya.

Wawan melanjutkan bahwa pertunjukan budaya memiliki efek positif yang luar biasa. Sebab budaya dapat menjadi media komunikasi dan pemersatu antarbangsa.

"Budaya sangat universal. Media komunikasi dan pemersatu antar bangsa. Kami gembira karena publik Korea Selatan antusias dengan budaya Nusantara," jelas Wawan lagi.



Saat suasana semakin hangat, tokoh Cepot mulai mengambil peran dengan caranya yang khas. Setelah menari Jaipong, Cepot menyapa publik dengan Bahasa Korea Selatan "Areumdaun bamipnida," yang disambut tawa dan tepuk tangan riuh. Dengan gaya uniknya, aksi interaktif Cepot semakin membuat publik bersorak.

Cepot meneruskan interaksinya dengan "Annyong haseyo, mannaseo ban ga wo yo," yang artinya "Apa kabar? Senang bertemu dengan Anda,".

Aksi Cepot pun makin menjadi saat mengatakan "Jeo nun Indonesia eso on Cepot ibnida,". Ucapan ini berarti "Perkenalkan nama saya Cepot dari Indonesia,". Cepot kembali menyapa dengan "Hanguk e waso neomu jowayo. Hanguk saram eun chinjeolhago chakhapnida,".

Tidak berhenti sampai di situ, Cepot masih melanjutkan interaksinya dengan mengatakan "Jeo neun hanguk eul saranghapnida. Uri neun ije hyongje ipnida,". Arti dari kalimat tersebut adalah "Saya bahagia bisa datang ke Korea. Orang Korea sangat baik dan ramah. Saya cita Korea sebab kita bersaudara,".

Cepot bahkan sempat bertanya, "Indonesia arayo?", lalu disambut oleh jawaban penonton "Nee, neee,". Dengan ramah, Cepot lalu berkata, "Indonesia ro oseo!" yang berarti "Kami tunggu kalian di Indonesia. Terima kasih,". Sementara itu, warna lain show dikuatkan dengan Tarian Jaipong yang inovatif dengan lagu khas K-pop.

Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Ni Wayan Giri Adnyani pun mengatakan Wayang Ajen adalah cara yang tepat untuk mempromosikan pariwisata Indonesia.

"Wayang Ajen memang media terbaik untuk branding pariwisata Indonesia. Selain alur cerita dengan dukungan konsep multimedia, Wayang Ajen juga aktif berinteraksi dengan pengunjung. Dengan respon besar seperti itu kami yakin publik Korea terkesan. Mereka pasti akan datang langsung ke Indonesia," terangnya.

Show Wayang Ajen pun ditutup spesial dengan menampilkan lagu Arirang yang dibawakan oleh penyanyi cilik Antika Wandandani Gunawan. Aransemen lagu tersebut sangat unik dengan musik khas Sunda. Selanjutnya, Lagu Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia pun dirilis Antika. Lagu ini semakin hidup dengan background view yang indah dan menampilkan budaya eksotis Indonesia.

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional II Kementerian Pariwisata Sumarni juga mengungkapkan Wayang Ajen memang sudah mendunia dan selalu memberi kejutan di setiap pertujukannya.

"Semua sudah tahu kapasitas dari Wayang Ajen. Namanya sudah mendunia. Apalagi ada kejutan baru yang diberikan dalam setiap show-nya. Wajar bila aksi Cepot dkk ini selalu ditunggu publik dan show Wayang Ajen di Korea Selatan sukses besar," tuturnya.

Kesuksesan show Wayang Ajen di Korea Selatan ini tidak lepas dari support Nasional Intangible Heritage Center (NIHC). Bahkan, NIHC sudah melakukan promosi show Wayang Ajen sejak jauh hari. Mereka juga menyiapkan aneka sarana dan prasarana pendukung pertunjukan. Lebih spesial, NIHC juga menampilkan pengantar dalam Bahasa Indonesia dan Korea Selatan.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya pun angkat topi terhadap pertunjukan Wayang Ajen yang berhasil memperkenalkan budaya Indonesia di Korea Selatan.

"Wayang Ajen memang luar biasa. Kami ucapkan terima kasih atas bantuan berbagai pihak. Show ini lancar dan diapresiasi publik Korea Selatan. Budaya Indonesia ini sangat beragam. Silakan datang langsung ke Indonesia. Selain alam dan budaya, Anda bisa menikmati keramahan khas Indonesia," ungkap Arief yang sukses membawa Kemenpar nomor 1 dan terpilih sebagai #TheBestMinistryOfTourism2018 se-Asia Pasifik di Bangkok. (mul/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA