Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 15 Okt 2018 21:45 WIB

TRAVEL NEWS

Mabuk, Pria Ini Pamerkan Alat Kelamin ke Penumpang Pesawat

Bona
detikTravel
Foto: Ilustrasi pesawat (Hannah McKay/Reuters)
Foto: Ilustrasi pesawat (Hannah McKay/Reuters)
London - Penumpang pesawat British Airways dibuat takut selama penerbangan. Mabuk berat, seorang pria memamerkan alat kelaminnya ke penumpang wanita.

Sebuah keluarga, melakukan penerbangan dari New Orleans ke Heathrow dengan menggunakan British Airways. Tak ada yang aneh sampai salah seorang penumpang mabuk di pesawat, seperti yang diintip detikTravel dari berbagai sumber, Senin (15/10/2018).

Keluarga tersebut adalah Furius Vilmenay, istri dan 2 anaknya. Pada saat itu, istri dari Vilmenay membawa putri dan putranya kembali ke tempat duduk dari toilet.

Hanya berselang 5 menit, salah seorang penumpang pria datang ke tempat duduk keluarga Vilmenay. Istri Vilmenay kaget, karena laki-laki tersebut sedang menunjukkan alat kelaminnya.

Yang lebih parah, pria tersebut melakukan hal tersebut ke depan muka istri Vilmenay. Anak perempuan Vilmenay pun melihat kejadian tersebut.

Pria tersebut bernama Hatam Hamad. Rupanya Hamad mabuk berat setelah minum 5 gelas wine di dalam pesawat.

Istri Vilmenay langsung berteriak dan bangun dari kursi. Dengan keras, istri Vilmenay membentak ke arah Hamad.

"Apa yang anda lakukan?" teriak istri Vilmenay.

Masih dalam pengaruh alkohol, Hamad hanya mendengus kesal dan menunjukkan kelaminnya ke penumpang lain. Vilmenay pun naik pitam dan menghampiri Hamad.

Hamad menolak untuk menutup alat kelaminnya. Hamad malah menampar Vilmenay dengan punggung tangannya, karena kesal ditegur.

Awak kabin langsung bergerak untuk mengamankan Hamad. Hamad dibawa ke belakang pesawat dan dijaga selama sisa penerbangan.

Karena aksinya, Hamad masuk pengadilan dan harus mendapat sanksi. Hamad harus dipenjara selama 6 minggu dengan masa penangguhan satu tahun.

Keluarga Vilmenay mendapat kompensasi sebanyak USD 789 atau sekitar Rp 12 juta dan biaya tambahan USD 263 atau sekitar Rp 4 juta. (bnl/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED