Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 19 Okt 2018 13:10 WIB

TRAVEL NEWS

3 Alasan #CrazyRich Pemilik Yacht Selamatkan Lautan

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Ilustrasi super yacht Rising Sun milik David Geffen (CNN Sport)
Ilustrasi super yacht Rising Sun milik David Geffen (CNN Sport)
Jakarta - Para orang kaya memang punya cara tersendiri untuk menyelamatkan lautan. Tak terkecuali yang mempunyai super yacht.

Melansir CNN, Jumat (19/10/2018), Monaco Yacht Show menjadi sorotan karena tak hanya pamer kapal pesiar namun juga ada perjuangan untuk menyelamatkan laut. Setidaknya dalam perjamuan makan malam mewah dan lelang amal telah terkumpul lebih dari USD 27 juta untuk proyek-proyek konservasi laut yang dilakukan oleh Pangeran Albert II dari Monaco Foundation.

Apa alasan orang-orang super kaya sangat ingin menyelamatkan lautan? Ini dia jawabannya:

1. Lautan adalah taman bermain mereka

Emily Penn, aktivis lingkungan dan penjelajah, yang bertindak sebagai juru bicara kampanye Clearwater Y.CO yang mendorong pemilik kapal pesiar untuk mengurangi limbah dan emisi. Di samping itu, ini salah satu ide liburan yang menyenangkan.

Milyuner farmasi Swiss, Ernesto Bertarelli dan istrinya Kirsty, menghabiskan liburan mereka di super yacht Vava 2, berbagi pengalaman yang sama. Mereka sadar akan ancaman yang dihadapi oleh lingkungan laut.

Lalu, mereka mendirikan Yayasan Bertarelli yang telah memberikan dana yang besar untuk penciptaan cagar laut di Belize dan Samudera Hindia. Orang-orang kaya itu telah menyebarkan kesadaran di antara komunitasnya pelayaran dan mendorong pemilik kapal pesiar untuk bertindak. Dan beberapa, daripada menyumbang uang, menyumbangkan yacht mereka untuk membantu tujuan ilmiah.

2. Ilmu pengetahuan dalam superyacht

Bertarelli menawarkan para ilmuwan kelautan menggunakan Vava 2 untuk survei hiu dan terumbu karang di Samudra Hindia. Mereka yang ikut dalam program ini adalah sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di Florida, International Seakeepers Society.

Merekalah yang menghubungkan pemilik kapal pesiar dengan para ilmuwan, menyediakan platform untuk penelitian kelautan tanpa biaya mencarter kapal. Di antara armadanya adalah Archimedes yang bernilai USD 100 juta milik matematikawan miliarder James Simons untuk ekspedisi hiu di lepas pantai Antigua.

Beberapa miliarder bahkan mulai merancang kapal khusus untuk ekspedisi konservasi laut, daripada meminjam yacht rekreasi mereka sendiri. Misalnya miliarder Amerika, Ray Dalio dengan OceanX-nya berinisiatif merancang kapal pesiar eksplorasi Alucia 2 yang dilengkapi dengan laboratorium penelitian, kapal selam, helikopter, dan pusat produksi media.

Ada pula filantropis Norwegia, Kjell Inge Rokke ingin meluncurkan kapal ekspedisi penelitian terbesar di dunia pada tahun 2020.

3. Green technology

Kepedulian lingkungan yang meningkat dari komunitas kapal pesiar juga membentuk industri yang lebih luas. Kini perusahaan bersaing untuk merancang teknologi kapal pesiar yang paling ramah lingkungan.

Satu di antaranya, Torqeedo, telah mengembangkan mesin listrik yang dapat mengakomodasi kapal sepanjang 24 meter. Ada juga Daedalus menggunakan teknologi mutakhir untuk mendesain kapal layar nol emisi.

Baru-baru ini, perusahaan Solar Impact dari Swiss mengungkapkan rencana membangun kapal pesiar bertenaga surya. Kemampuan jelajahnya akan bisa mengelilingi seluruh dunia tanpa pengisian bahan bakar. (bnl/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED
Pesona Asia

Pagi Bromo!

Selasa, 20 Nov 2018 08:30 WIB

Inilah saat pagi menyapa kawasan TNBTS. Kumpulkanlah memori saat melakukan perjalanan ke sana ya.