Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 19 Okt 2018 18:30 WIB

TRAVEL NEWS

Destinasi Wisata Halal Indonesia Tebar Pesona di Singapura

Rizki Ati Hulwa
detikTravel
Foto: Dok Kemenpar
Foto: Dok Kemenpar
Jakarta - Booth Kementerian Pariwisata di ITB Asia 2018 yang diadakan di Singapura mendadak ramai pengunjung. Hal itu karena saat ini Kemenpar sedang mengembangkan konsep 'Halal Travel' atau wisata halal di Tanah Air.

Tim Percepatan Wisata Halal Kemenpar Riyanto Sofyan mengatakan destinasi wisata halal itu meliputi Halal Cruise menuju Aceh dan Qurbani Tour di Lombok hingga perjalanan menuju Pulau Santen sebagai wisata pantai halal di Indonesia.

"Posisi ITB Asia sangat strategis. Ada banyak industri besar di sini dan pengunjungnya banyak. Dengan posisinya tersebut, kami gelar Halal in Travel Conference. Sejauh ini respon publik sangat positif. Selain menyimak, mereka juga sangat interaktif menggali informasi yang diberikan," kata Sofyan dalam keterangannya, Jumat (19/10/2018).


Disebutkan dia, alasan wisata halal ini berpotensi meningkatkan brand equity Indonesia sebagai destinasi utama wisata halal dunia. Treatmentnya, mulai dari branding dan menerapkan leadership initiatives. Implementasinya dimulai dari pengembangan ekosistem, industri, hingga pembangunan kapasitas.

"Indonesia adalah destinasi wisata halal terbaik di level global. Ada banyak konsep yang disampaikan. Ekosistem dikuatkan melalui sinergi pentahelix. Lalu, network dikuatkan dari workshop dan beragam pertemuan. Kami juga terus mengembangkan paket-paket wisata terbaik," sebut dia.

"Potensi pertumbuhan wisata halal Indonesia ini menjanjikan. Belajar dari Lombok, ada banyak langkah besar yang dilakukan. Lombok kini brandingnya Indonesia's Halal Jewel. Bukan lagi the Sister Island of Bali. Ada banyak award diraih, seperti World Halal Travel Awards 2015 dan 2016," sambung Sofyan.

Wisata halal ini juga memberikan value ekonomi, lanjut Sofyan. Mengacu pada NTB dan Lombok, wisata halal ini jadi kue nikmat. Kemampuan spending wisatawan terus terkoreksi naik. Potensi spending wisaman di tahun 2016 sudah berada di USD1,68 miliar atau naik lebih dari USD 400 juta. Sebab pada 2015, kisaran spending wisaman adalah USD1,27 miliar. Untuk spending wisman ada di angka USD 101 juta pada 2016 atau naik USD 400 juta.

Menurutnya, potensi ekonomi Lombok tidak lepas dari kenaikan 40% kunjungan wisatawannya. Pada 2016 jumlah wisatawan mencapai 1,4 juta. Padahal, setahun sebelumnya hanya berkisar 1 juta orang saja. Ini tidak lepas dari pengembangan destinasi di Lombok dan untuk optimalisasi kawasan, total investasi senilai USD 301 juta pun sudah disuntikan.

"Halal in Travel Conference sangat penting. Ada banyak informasi yang disampaikan. Sebab, destinasi wisata halal di Indonesia sangat siap dikunjungi. Daya dukung infrastruktur dan aksesibilitasnya juga sangat bagus," ungkap Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Ni Wayan Giri Adnyani didampingi Asisten Deputi Bidang Pemasaran I Regional I Kemenpar Masruroh.

Kata dia, dampak positif wisata halal Lombok semakin luas. Saat ini posisi Desa Bile Bante sebagai area bekas tambang, sudah beralih fungsi sebagai Desa Wisata Hijau. Lalu, aliran finansial dari sektor pariwisata rata-rata tumbuh 26,58% setiap periode dalam 5 tahun terakhir, pemasukan masyarakat melonjak siginifan. Mengacu industri kuliner milik Siti Zaenab dengan pemasukan Rp 30 juta per bulan yang kini diraihnya. Sebelumnya hanya berkisar Rp 1,5 juta per bulan.

"Konsep wisata halal terus dikembangkan. Terkait syarat administrasi juga tidak ada masalah karena Indonesia memiliki standardisasi tinggi. Yang jelas, wisata halal di Indonesia sangat berkualitas dan bisa dipertanggungjawabkan. Hal ini sudah dibuktikan dengan tingginya arus wisatawan dan pesatnya pertumbuhan wisata halal di beberapa daerah," kata Masruroh.

Lebih lanjut, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan beragam upaya dilakukan untuk mendukung kenyamanan wisatawan. Kini dilakukan penguatan network dengan organisasi multilateral dalam pengembangan infrastruktur. Wisata ini mendapat payung hukum dan support dari para stakeholder.

"Destinasi wisata halal akan terus berkembang di Indonesia. Semua aspek memenuhi syarat untuk itu. Respon pasar sangat bagus sehingga investasi terus mengalir. Infrastrukturnya lengkap dan bagus. Untuk itu, pastikan Indonesia menjadi pilihan utama untuk menikmati wisata halal," ujar Arief.

Arief yang ikut menyambangi booth Kemenpar di ITB Asia 2018 itu mengatakan ada 91 industri dan ratusan buyer serta sellers berkumpul dalam acara yang diselenggarakan di Marina Bay Sands, Singapura pada (18/10).

Menurutnya, ada beberapa alasan Wonderful Indonesia menargetkan Singapura sebagai pasarnya. Pertama pastinya karena jumlah wismannya paling besar, sebelum akhirnya disalip China di tahun 2016.

Kedua, penyelenggaranya diendorse khusus oleh tim ITB - Internationale Tourismus-Borse. Jagoan nomor satu yang setiap tahun menjadi travelmart terbesar di dunia. Mereka berkolaborasi dengan Singapura untuk membuat pertemuan seller dan buyer industri wisata itu.


Ketiga, kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK) yang berdampak pada jumlah wisman masuk dari border area. Terutama dari pintu masuk Kepri di mana kunjungan wisman di Batam, Bintang, Tanjung Balai Karimun, Anambas dan Natuna meningkat. Tidak hanya Singaporean, tetapi warga negara mana saja yang transit dari Singapura.

"Kita harus mengalokasikan sumber daya pada program-program yang kita prioritaskan dengan mengutamakan yang utama. Kalau dalam imagine kita menetapkan tujuan-tujuan akhir yang hendak dituju, maka dalam focus kita harus menetapkan prioritas agar tujuan akhir bisa terwujud. Singapura merupakan salah satu pasar utama kita, harus terus kita genjot," kata Arief.

Pada kesempatan yang sama, Managing Director Bali Sunshine I Ketut Ardana mengatakan bahwa keputusan Arief dalam memilih Singapura sebagai target wisata halal memang tepat.

"Sudah tepat beliau memikirkan pasar Singapura dan hadir di sini. Karena pasar paling dekat dan sangat berpotensi untuk pariwisata Indonesia adalah Singapura dan melalui Singapura. Singapura juga daya belinya kuat, apalagi ITB Asia ini levelnya dunia. Terima kasih Pak Menteri atas perhatiannya kepada industri pariwisata," tutup dia. (ega/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED